Round-Up

Pengakuan Jerinx Bukan Superman Kala Didakwa Sebarkan Kebencian

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 21:01 WIB
Jerinx setelah walk out sidang kasus kasus ujaran kebencian di Bali
Jerinx SID (Foto: Angga Riza/detikcom)

Di luar persidangan, Jerinx angkat suara.

"Saya bukan koruptor, saya tidak pernah bunuh orang. Kalau pernah ada orang merasa COVID gara-gara saya atau gara-gara apa pun yang saya lakukan, silakan ajukan ke polisi. Usia saya 43 tahun, saya punya masalah lever, pola hidup saya tidak sehat, jarang olahraga, minum alkohol hampir tiap hari, ketemu ribuan orang sejak 4 Juni 2020," kata Jerinx.

"Hasil tes swab saya negatif. Saya bukan Superman, saya manusia biasa seperti setiap orang. Apa yang harus ditakut-takuti. Luar biasa, saya diperlakukan seolah seperti kriminal. Saya merugikan siapa sih?" ujar Jerinx.

Suami artis Nora Alexandra ini menyayangkan rapid test masih diberlakukan untuk ibu-ibu hamil. Jerinx juga kembali mengajak IDI berdebat.

"Apakah ada rakyat yang saya rugikan? Ibu-ibu yang melahirkan tetap dipersulit, jadi apa gunanya nahan saya? Orang mau melahirkan ketuban pecah suruh rapid test, apakah itu manusiawi? Demi apa? Saya ingin diskusi sama IDI, saya memilih diksi yang agak keras dengan harapan saya diajak diskusi, lalu kita bisa tercerahkan, bisa teredukasi, sehingga tidak lagi saling curiga. Jika begini cara IDI memberlakukan orang yang memberi kritik dan masukan, mereka merasa rakyat itu tidak perlu dididik, tapi perlunya ditakut-takuti," ujar Jerinx.

"Yang Indonesia butuhkan adalah pendidikan, bukan seperti ini, ini balik lagi seperti zaman Orba, mungkin lebih parah," tegas Jerinx.

Sidang Jerinx akan dilanjutkan lagi pada pekan depan. Ketua majelis hakim Adyana Dewi memerintahkan JPU menghadirkan Jerinx pada persidangan 22 September 2020 sekira pukul 10.00 Wita.


(aan/idn)