KPK Tahan Tersangka Gratifikasi Eks Bupati Subang Ojang Sohandi

Ibnu Hariyanto - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 18:33 WIB
Heri Tantan Summaryana ditahan.
Heri Tantan Summaryana ditahan. (Ibnu/detikcom)
Jakarta -

KPK menahan tersangka baru kasus gratifikasi mantan Bupati Subang Ojang Sohandi, Heri Tantan Summaryana. Heri merupakan mantan Kepala Bidang Pengadaan dan Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah Subang. Dia ditahan untuk 20 hari pertama.

"Untuk kepentingan penyidikan, KPK melakukan penahanan tersangka HTS (Heri Tantan Summaryana) selama 20 hari terhitung mulai tanggal 10 September 2020 sampai dengan 29 September 2020," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2020).

Karyoto mengatakan Heri ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Selatan. Karyoto menyebut Heri Tatan bakal menjalani isolasi mandiri sebelum dijebloskan ke sel tahanan.

"Sebagai tindakan awal dari protokol kesehatan untuk pencegahan COVID-19, maka tahanan akan terlebih dulu dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di Rutan Cabang KPK pada Gedung ACLC KPK di Kavling C1," ujar Karyoto.

Heri ditetapkan KPK sejak Oktober 2019. Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK pada 16 April 2016.

Dalam OTT tersebut, KPK menetapkan 5 tersangka terdiri Bupati nonaktif Subang Ojang Sohandi, unsur jaksa hingga pejabat Dinas Kesehatan Pemkab Subang. Kelima tersangka itu kini sudah divonis oleh Pengadilan Tipikor Bandung.

Heri diduga bersama-sama Ojang Sohandi diduga menerima gratifikasi berhubungan dengan jabatannya. Total gratifikasi yang diduga diterima senilai Rp 9,64 miliar.

Dugaan gratifikasi Heri dan Ojang itu diterima dari pungutan dalam pengangkatan calon pegawai negeri sipil daerah di Pemkab Subang di tahun 2014-2015. KPK menyebut Heri Tantan diduga mengumpulkan uang pungutan itu sejak April 2015.

KPK menduga sebagian dari uang yang diterima, digunakan untuk kepentingan Heri Tantan sendiri. Kemudian sebagai uang senilai Rp 1,65 miliar diberikan kepada Ojang Sohandi.

Heri Tantan disangkakan melanggar Pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(ibh/idn)