Hotel Bintang 2 dan 3 di DKI Disiapkan Jadi Fasilitas Kesehatan Corona

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 14:06 WIB
Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto (Screenshot/CNN Indonesia)
Jakarta -

Pemerintah pusat memberi perhatian serius terhadap kondisi rumah sakit dan fasilitas kesehatan di DKI Jakarta dalam menangani Corona. Pemerintah pusat menyiapkan hotel bintang 2 dan 3 menjadi fasilitas kesehatan terkait Corona.

"Jadi peningkatan rumah sakit dan fasilitas kesehatan itu juga akan terus menambah fasilitas di hotel, termasuk memanfaatkan hotel bintang 2 dan 3 seperti yang dicontohkan di Sulawesi Selatan," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube BNPB, Kamis (10/9/2020).

Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, juga bakal dimaksimalkan untuk penanganan Corona. Jumlah kasur untuk pasien Corona juga siap ditingkatkan.

"Dan juga mempersiapkan ruang isolasi mandiri di Wisma Atlet di mana Wisma Atlet juga menyiapkan, baik di Tower 5-6 maupun yang khusus dari pekerja LN, yaitu Tower 7-8," kata Airlangga.

"Flat-flat fasilitas juga mempersiapkan dari segi jumlah bed juga terus ditingkatkan," imbuh dia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengatakan tempat tidur isolasi Corona diprediksi akan penuh pada 17 September nanti. Hal itu terjadi bila penularan virus Corona (COVID-19) tak dapat direm.

Awalnya Anies mengatakan, sejak memasuki masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, persentase keterisian tempat tidur isolasi Corona meningkat. Terutama pada Agustus. Dia kemudian menyampaikan Pemprov DKI Jakarta terus mengupayakan menggandeng rumah sakit swasta untuk menaikkan kapasitas tempat tidur untuk pasien Corona. Anies menargetkan jumlah tempat tidur akan bertambah 20 persen pada 6 Oktober mendatang.

Anies kemudian menuturkan pihaknya telah melakukan pengolahan data dan didapat proyeksi kondisi tempat tidur isolasi Corona penuh dan tak bisa menampung pasien lagi.

"Bila situasi ini berjalan terus, tidak ada pengereman, maka dari data yang kita miliki, bisa dibuat proyeksi 17 September tempat tidur isolasi yang kita miliki akan penuh dan sesudah itu tidak mampu menampung pasien COVID lagi dan ini waktunya tinggal sebentar," sambung Anies.

Tonton juga 'Mengintip Fasilitas Uji Spesimen Corona di Yogyakarta':

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/fjp)