Komjak: Revisi UU Kejaksaan Harus Sinkron dengan Kewenangan Penegak Hukum Lain

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 05:27 WIB
Anggota Komisi Kejaksaan (Komjak) Barita Simanjuntak menyambangi KPK untuk memastikan operasi tangkap tangan yang dilakukan di lingkungan Korps Adhyaksa. Dia menyebut ada seorang jaksa yang tengah menjalani pemeriksaan.
Foto: Barita Simanjuntak (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

DPR RI saat ini sedang menggodok revisi UU (RUU) Kejaksaan, namun telah menuai sorotan. Komisi Kejaksaan (Komjak) menilai RUU Kejaksaan diperlukan di tengah perkembangan zaman.

"Yang pertama, inikan UU Kejaksaan yang ada sekarang UU 16 tahun 2004 itukan sudah 16 tahun kan. Jadi, dalam dinamika perkembangan masyarakat, dalam dinamika kasus-kasus kejahatan, kan itu berkembang pesat, apalagi di bidang pengembangan kasus-kasus berkaitan dengan ekonomi, berkaitan dengan era 4.0 ini tentu harus ada penyesuaian," kata Ketua Komjak, Barita Simanjuntak saat dihubungi, Rabu (9/9/2020).

Barita menilai RUU Kejaksaan merupakan keharusan dan diperlukan. RUU Kejaksaan dinilai untuk memperkuat penegakan hukum yang dilakukan kejaksaan.

"Karena itu revisi itu menurut kami merupakan keharusan. Ya itu pilihan yang harus dilakukan untuk semakin memperkuat penegakan hukum yang dilakukan oleh kejaksaan. Jadi dari sudut formalnya, dari sudut keutuahannya memang diperlukan. Apalagi ada perkembangan-perkembangan baru," ujarnya.

Namun, lebih daripada itu, Barita memberikan catatan menyangkut substansi RUU Kejaksan ini. Barita menyoroti terkait kewenangan yang bisa bersinggungan dengan aparat hukum lainnya.

"Namun yang kedua, menyangkut substansinya, di dalam RUU yang baru ini kan ada usulan-usulan beberapa hal yang berkaitan dengan kewenangan, penambahan kewenangan gitu ya, dan ini ada singgungannya juga kepada penegak hukum lain, misalnya di kepolisian maupun di kehakiman kan," ucapnya.

Oleh karena itu, bila ada kewenangan yang diperluas, menurut Barita perlu ada sinkronisasi atau koordinasi lintas lembaga. Hal ini menurut Barita agar tak terjadi benturan antarlembaga yang malah menimbulkan kontra produktif.

Selanjutnya
Halaman
1 2