Hensat: Jokowi Perlu Dengar Masukan Rakyat soal Menag

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 09 Sep 2020 12:19 WIB
Menag Fachrul Razi hadiri rapat bersama Komisi VIII DPR. Sejumlah hal dibahas di rapat itu, salah satunya soal upaya pencegahan virus corona untuk jemaah haji.
Menag Fachrul Razi (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta mendengarkan keluhan terhadap Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. Ini menyusul berbagai kontroversi atas pernyataan Menag hingga membuat anggota Dewan mempertanyakan kapasitas Fachrul Razi.

"Sejak awal kursi Menag yang diisi orang militer kan memang memicu kontroversi, apalagi kemudian beberapa statement yang muncul dari Menag juga memicu kontroversi," ujar pengamat politik dari lembaga survei KedaiKOPi Hendri Satrio (Hensat) kepada wartawan.

Nama Fachrul Razi menjadi salah satu yang sempat disebut-sebut akan diganti ketika isu reshuffle kabinet ramai dibicarakan beberapa waktu lalu. Menurut Hensat, itu merupakan dampak dari Fachrul Razi sendiri.

"Kalau menurut saya, tergoyangnya kursi Menag ini bukan karena ada yang ngincer, tapi karena ulah pernyataan Menag sendiri," sebutnya.

Hensat juga memperkirakan Fachrul Razi akan menjadi salah satu menteri yang diganti ketika Jokowi melakukan perombakan kabinet. Ini lantaran banyaknya resistensi terhadap Fachrul Razi sebagai Menag.

"Dan kemungkinan besar Presiden Jokowi akan mendengarkan masukan dari masyarakat terkait kursi Menag ini," tutur Hensat.

Seperti diketahui, sejumlah pernyataan Menag Fachrul Razi menjadi kontroversi. Terbaru, pernyataan Fachrul Razi soal agen radikalisme good looking menjadi sorotan publik.

Akibat pernyataan Fachrul Razi itu, anggota Komisi VIII DPR dari F-PAN Ali Taher emosional saat ada rapat kerja bersama. Ali menyatakan geram atas pernyataan Fachrul soal radikalisme yang membuat gaduh. Saking geramnya, Ali pun menjadi emosional dan terdengar menangis saat menyarankan Fachrul untuk tidak bicara soal radikalisme.

Bahkan menilai Fachrul tidak cocok menjadi Menteri Agama. Menurutnya, Fachrul lebih cocok menjadi Menteri Pertahanan dan Keamanan atau Menteri Menko Polhukam.

"Tanpa ingin mengecilkan Kemenag, tidak sama sekali. Tetapi saya bicara soal checks and balances, maka saya hanya ingin bicara bahwa Pak Menteri ini cocoknya jadi Menteri Pertahanan dan Keamanan, menjadi Menteri Menko Polhukam, ketimbang Kementerian Agama," ujar Ali dalam rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9).

Ali pun kemudian mempertanyakan keislaman Fachrul Razi. Ia juga meminta agar Fachrul Razi berhenti membahas soal radikalisme.

"Sampai saya bertanya, Pak Menteri Agama Islam atau bukan. Saya mohon maaf perasaan suudzon terhadap seseorang tidak boleh sebenarnya, tapi perasan tak enak," ucap Ali Taher sambil meninggikan nada bicara.

(elz/van)