Viral Peserta MTQ Sumut Mundur Gegara Tolak Lepas Cadar, Panitia Buka Suara

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 09 Sep 2020 10:01 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 11:  A woman wears an  Islamic niqab veil stands outside the French Embassy during a demonstration on April 11, 2011 in London, England. France has become the first country in Europe to ban the wearing of the veil and in Paris two women have been detained by police under the new law.  (Photo by Peter Macdiarmid/Getty Images)
Ilustrasi cadar (Foto: Getty Images)
Medan -

Sebuah video yang menunjukkan seorang wanita yang menjadi peserta menolak saat diminta melepas cadar saat mengikuti MTQ ke-37 Sumatera Utara (Sumut). Wanita itu memilih didiskualifikasi daripada membuka cadarnya.

Dilihat detikcom, Rabu (9/9/2020), dalam video yang viral di salah satu channel YouTube itu terlihat ada seorang wanita berbaju hitam yang menggunakan cadar naik ke bilik untuk membaca Al-Qur'an. Saat akan memulai, wanita itu diminta membuka cadarnya.

"Tolong dibuka cadarnya supaya tahu bacaannya. Sudah jadi aturan nasional, kalau nggak dibuka, langsung didiskualifikasi," kata seseorang kepada wanita dalam video itu.

Wanita itu pun meminta agar dia tetap menggunakan cadar. Namun panitia tetap meminta cadar dilepas.

"La (tidak)," kata suara pria dalam video itu.

Wanita itu kemudian berdiri dan meninggalkan bilik tempat membaca Al-Qur'an. Saat itu, suara pria dalam video itu kembali mengingatkan membuka cadar sudah merupakan peraturan nasional.

"Peraturan nasional. Sudah diterapkan sejak tahun lalu di TSQ Pontianak," kata suara pria itu.

Ketua Pelaksana MTQ ke-37 Sumut Palid Muda Harahap mengatakan peserta yang didiskualifikasi itu merupakan peserta asal Kabupaten Labuhanbatu. Palid menjelaskan kejadian tersebut adalah kesalahpahaman.

"Membuka cadar sebagai antisipasi kecurangan memang diterapkan di level nasional. Tetapi, di Sumut, kita sudah lakukan penyesuaian dengan ketentuan sebelum tampil kita periksa terlebih dahulu. Kejadian saat itu murni kesalahpahaman lantaran saat itu dewan hakim yang bertugas memang berasal dari pusat," ujar Palid dalam keterangan tertulis.

Palid menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan dewan hakim terkait hal ini. Peserta yang sempat didiskualifikasi itu disebut boleh tampil lagi jika berkenan.

"Pada hari-hari berikutnya juga banyak yang tampil bercadar. Alhamdulillah tidak ada masalah. Peristiwa miskomunikasi ini jadi pelajaran bersama bagi kita semua," ucapnya.

Palid menjelaskan kebijakan melepas cadar itu untuk melihat gerak bibir peserta saat membaca Al-Qur'an. Hal ini sebagai antisipasi terjadi kecurangan dalam MTQ.

"Namun tafsir sebenarnya tidak perlu melihat gerak bibir. Jadi kita di Sumut itu ada penyesuaian dan tidak ada larangan pakai cadar untuk tampil dengan pemeriksaan terlebih dahulu," jelasnya.

Tonton video 'Peserta MTQ Sumut Rela Didiskualifikasi Demi Pertahankan Cadar':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)