IDI Jawab Keraguan Politikus PDIP soal 100 Dokter Gugur Saat Pandemi Corona

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 09 Sep 2020 08:33 WIB
Ketua Umum IDI Daeng M Faqih
Ketum PB IDI Daeng M Faqih (Foto: Zaky 20detik)
Jakarta -

Politikus PDIP Rahmad Handoyo mempertanyakan data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait 100 dokter yang meninggal selama pandemi Corona. IDI menegaskan data itu dicatat berdasarkan laporan di lapangan.

"IDI mendapatkan data tersebut berdasarkan laporan dari lapangan dan setelah itu dilakukan konfirmasi atau cross check ke lapangan baik ke IDI cabang/IDI wilayah setempat, teman sejawat dokter yang satu tempat kerja dengan almarhum dan ke pihak keluarga," kata Ketum PB IDI Daeng M Faqih, ketika dihubungi, Rabu (9/9/2020).

Daeng mempersilakan pihak yang meragukan untuk melakukan cross check ke lapangan. Daeng menegaskan pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait hal ini.

"Kalo ada pihak-hal yang bertanya silakan cross check satu persatu ke lapangan. Iya selalu berkoordinasi (dengan Kemenkes)," ujarnya.

Namun, menurut Daeng, dokter yang mendapatkan santunan adalah yang memenuhi syarat teknis. Dari semua data itu, tidak semua mendapat santunan karena ada kesulitan menunjukkan bukti, atau bahkan dari pihak keluarga yang tidak mengajukan.

"Yang dapat santunan yang bisa memenuhi syarat-syarat teknis yang sudah ditentukan. Data dokter yang meninggal karena COVID ada yang bisa memenuhi syarat teknis untuk dapat santunan, ada juga yang kesulitan tidak bisa memenuhi syarat teknis karena kesulitan mendapatkan bukti/syarat yang diminta, ada juga yang keluarganya memang tidak mengajukan," ujarnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi IX DPR Fraksi PDIP Rahmad Handoyo mempertanyakan data IDI yang menyebut ada 100 dokter yang meninggal selama pandemi Corona. Dia mempertanyakan apakah seluruh dokter itu meninggal karena menangani COVID-19.

"Pada prinsipnya kita juga perlu sinkronisasi data, karena data itu sangat penting dalam mengambil keputusan dan kebijakan. Nah terkait data IDI yang saudara nakes kita yang gugur khususnya dari tenaga kerja dokter kan ada 100," kata Handoyo ketika dihubungi, Rabu (9/9/2020).

"Perlu kita bertanya ke IDI apakah saudara nakes yang gugur terutama dokter itu menangani COVID," lanjutnya.

Handoyo menyebut berdasarkan data Kementerian Kesehatan sampai saat ini ada 32 dokter khusus COVID yang meninggal. Sebab menurutnya, dokter yang meninggal karena menangani COVID perlu diperjuangkan santunannya.

"Per hari ini data dokter yang gugur dalam penanganan COVID-19 dari Kemenkes 32 dokter, terus saya bertanya apakah data yang di rilis IDI itu semua dokter gugur adalah dalam bertugas penanganan COVID?," ucapnya.

Simak video '100 Dokter Indonesia Telah Gugur Akibat Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/imk)