Anggota DPR Minta Tim Vaksin Corona Koordinasi dengan Konsorsium Riset COVID

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 19:38 WIB
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination.
Foto: Ilustrasi vaksin (iStock).
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Corona berdasarkan Keppres Nomor 18 Tahun 2020. Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan, Saleh Partoanan Daulay, mempertanyakan kehadiran tim ini dan membandingkan dengan Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Kemenristek/BRIN.


"Berarti ada dua lembaga ini. Satu namanya tim percepatan vaksin Corona, satu lagi konsorsium riset vaksin COVID-19. Satu dipimpin oleh Menko, satu lagi dipimpin oleh pejabat setingkat eselon I. Apakah kehadiran kedua lembaga ini tidak tumpah tindih? Pemerintah tentu perlu menjelaskan," kata Saleh kepada wartawan, Selasa (8/9/2020).


Menurut anggota DPR dari Fraksi PAN itu, tak elok jika nantinya kedua tim tersebut tumpang tindih. Harus ada penegasan yang jelas terkait gambaran kerja kedua tim itu.


"Kan tidak elok kalau lembaga-lembaga ini malah nanti saling tumpang tindih. Kalaupun nanti tetap dibentuk, harus saling berkoordinasi. Kalau perlu, harus ada penegasan job description masing-masing," ujar Saleh.


Sebelumnya, pemerintah membentuk Konsorsium Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Kemenristek/BRIN yang diketuai oleh Prof Ali Ghufron Mukti. Pemerintah kemudian membentuk Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Corona berdasarkan Keppres Nomor 18 Tahun 2020.


Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro akan mengeluarkan keputusan menteri (kepmen) mengenai anggota tim yang diisi LBM Eijkman hingga LIPI.


"Kita segera ini, apa, saya akan mengeluarkan Kepmen mengenai anggota timnya. Ada dari Eijkman, dan ada dari LIPI, ada dari beberapa universitas," kata Bambang, di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9).


Bambang mengatakan akan menyediakan fasilitas hingga anggaran untuk tim pengembangan vaksin ini. Selain itu juga disiapkan infrastruktur di wilayah Serpong agar interaksi anggota tim lebih cepat.


"Nanti kita fasilitasi semua yang melakukan riset pengembangan vaksin COVID dengan anggaran kita, dengan sumber daya kita, dan kita juga siapkan infrastrukturnya di Serpong, supaya kita istilahnya dengan interaksi antaranggota tim kita bisa mendapatkan vaksi lebih cepat dan lebih baik," ujar Bambang.


Sementara itu, Jubir Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman, menyampaikan urgensi pembentukan tim tersebut. Dia menyebut tim vaksin Corona untuk mendorong ketahanan nasional.


"Sangat urgen, karena Indonesia harus mengembangkan vaksin dalam negeri, untuk mendorong ketahanan nasional dan kemandirian bangsa Indonesia khususnya dalam pengembangan vaksin COVID-19," ujar Fadjroel lewat pesan singkat, Selasa (8/9).

Tonton video 'Uji Vaksin Corona Sinovac: 90% Lebih Hasilkan Antibodi':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/aik)