Menristek: Spirit Tim Vaksin COVID-19 untuk Ketahanan Nasional

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 14:22 WIB
Komisi VII DPR
Menristek dalam rapat bersama DPR. (Achmad Dwi Afriyadi/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Corona (COVID-19) yang tertuang dalam Keppres Nomor 18 Tahun 2020. Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) menjelaskan spirit dari tim ini adalah untuk ketahanan nasional.

"Intinya begini, spirit dari keppres ini adalah ketahanan nasional vaksin," kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro di gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Bambang mengatakan kebutuhan vaksin di Indonesia sebanyak 500 juta. Jika mengandalkan vaksin dari luar negeri, kata dia, Indonesia akan mengalami kekurangan jumlah vaksin yang dibutuhkan.

"Jadi tadi saya sampaikan, kita memang ada kerja sama luar negeri, tapi kan mereka mungkin bisa kasih 50 juta, 100 juta, nah kita belum tahu kebutuhan sebenarnya berapa. Karena kalau seluruh penduduk 265 juta harus divaksin, dikali 2, karena kemungkinan lebih dari sekali, berarti sudah 500 juta, kan. Nah, kita nggak mungkin 500 juta itu seluruhnya atau mungkin sebagian mengandalkan dari luar," jelas Bambang.

"Karena kalau mengandalkan dari luar, satu, suplainya berebut sama negara lain, kedua, harganya pasti naik. Segala sesuatu yang high demand yang benar-benar dicari itu harganya juga pasti nggak mungkin, padahal kan kita juga keterbatasan di anggaran. Nah, kita harus pisah mengembangkan bibit vaksin sendiri dan produksinya di Indonesia juga," lanjutnya.

Bambang mengatakan tim percepatan pengembangan ini hanya fokus pada vaksin, bukan ekonomi. Karena itu, tim ini melibatkan kementerian lain, seperti Kemenkes dan Kementerian BUMN.

"Nggak (ekonomi), ini fokus pada vaksin. Maka wakil saya kan Menkes, karena nanti kan yang vaksinasi kan Menkes. Hilirnya ujungnya pemakainya Menkes. BUMN karena saat ini satu-satunya produsen vaksin yang sudah siap dengan kapasitas lumayan besar, yaitu Bio Farma. Belum ada yang lain, jadi BUM harus terlibat," sebut Bambang.

Tim ini, kata Bambang, juga akan melibatkan dari pihak swasta dalam negeri. Salah satunya Bio Farma.

"Kita juga akan mengajak swasta, cuma swasta ini kan belum ada yang masuk ke vaksin secara 100 persen, jadi mereka harus disiapkan dulu, butuh waktu kan, padahal kita inginnya bergerak cepat. Nah, Bio Farma yang kita ajak," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi membentuk Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Corona. Tim ini dibentuk untuk mewujudkan ketahanan nasional dalam pengembangan vaksin COVID-19.

Tim yang dibentuk itu tertuang Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin COVID-19.

"Tim Pengembangan Vaksin COVID-19 bertujuan melakukan percepatan pengembangan vaksin COVID19 di Indonesia, mewujudkan ketahanan nasional dan kemandirian bangsa dalam pengembangan vaksin COVID-l9, meningkatkan sinergi penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta invensi dan inovasi, produksi, distribusi, dan penggunaan dan/atau pemanfaatan vaksin COVID-19 antara pemerintah dengan kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta sumber daya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengembangan vaksin COVID-l9 dan melakukan penyiapan, pendayagunaan dan peningkatan kapasitas, serta kemampuan nasional dalam pengembangan vaksin COVID-19," demikian isi Keppres Pasal 3, seperti dilihat, Senin (7/9).

(rfs/mae)