Menag: Program Penceramah Bersertifikat Libatkan BNPT, 8.200 Dai Ikut Serta

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 14:22 WIB
Menag Fachrul Razi hadiri rapat bersama Komisi VIII DPR. Sejumlah hal dibahas di rapat itu, salah satunya soal upaya pencegahan virus corona untuk jemaah haji.
Menag Fachrul Razi (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menjelaskan program penceramah bersertifikat bersifat sukarela. Program ini dimaksudkan meningkatkan kompetensi individu di bidang dakwah yang berlandaskan komitmen terhadap falsafah kebangsaan.

"Penceramah bersertifikat merupakan salah satu program Kemenag yang berkolaborasi dengan Majelis Ulama, dengan dukungan materi ormas Islam, BPIP, BNPT, Lemhannas, dan akademi si pakar dalam wujudkan peningkatan kompetensi individu di bidang dakwah yang berkarakter, tawakuf fil aldij atau berwawasan keagamaan yang mendalam, serta berlandaskan pada komitmen falsafah kebangsaan," kata Fachrul dalam rapat bersama komisi VIII DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Fachrul menegaskan program ini bersifat terbuka dan sukarela. Sejauh ini, menurutnya, telah direncanakan 8.200 pegiat dakwah agama Islam yang mengikuti program ini.

"Program ini terbuka dan direncanakan untuk 8.200 pegiat dakwah dan bersifat sukarela, dilaksanakan untuk tiga hari, ini untuk Islam yang dimaksudkan. Untuk agama lain akan disusulkan bulan kemudian melalui tiga tahapan agenda," tutur Fachrul.

Fachrul mengatakan ada tiga tahapan dalam asesmen di program tersebut. Pertama, penilaian atas pengembangan individu, kemampuan dan keahlian berdakwah, serta monitoring evaluasi.

"Pertama asesmen penilaian atas pengembangan individu. Kedua fikih dakwah dan skill training berbingkai moderasi beragama, metodologi keislaman, keterampilan dakwah era digital, konten moderasi beragama, dan wawasan kebangsaan. Ketiga monitoring evaluasi dan rencana tindak lanjut partisipan pendampingan uji efektivitas program dan implementasi lapangan," ujarnya.

Selain itu, Fachrul menegaskan program ini tidak akan membuat penceramah yang tidak memiliki sertifikat dilarang melakukan ceramah. Ia menegaskan hal itu tidak akan terjadi.

"Beberapa pertanyaan yang timbul,' Pak, apakah ini kemudian tidak menjadi nanti ada penceramah yang tidak bersertifikat yang sedang memberikan ceramah diturunkan oleh aparat keamanan? Karena tidak ada sertifikat?' Saya bilang itu pasti tidak akan terjadi," tutur Fachrul.

Melalui program penceramah bersertifikat, Fachrul berharap BNPT dan BPIP dapat memberikan pembekalan soal pengetahuan keagamaan. Sementara itu, Lemhannas diharapkan memberi pembekalan guna meningkatkan wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional.

"Kami harapkan BNPT-BPIP bisa memberi pembekalan lebih baru tentang masalah empat pilar. BNPT bisa memberi penggambaran lebih jauh, lebih dalam tentang pergolakan yang terjadi dengan latar belakang agama tingkat nasional maupun internasional," ungkap Fachrul.

"Lemhannas dapat membekali tentang trigatra misalnya, tentang pancagatra, tentang astragatra dalam kaitan meningkatkan wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional," imbuhnya.

(hel/tor)