Menristek: Anggota Tim Vaksin Corona Diisi Eijkman-LIPI

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 14:20 WIB
Menristek Bambang Brodjonegoro
Foto: Menristek Bambang Brodjonegoro (Istimewa).
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Corona berdasarkan Keppres Nomor 18 Tahun 2020. Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro akan mengeluarkan keputusan menteri (kepmen) mengenai anggota tim yang diisi LBM Eijkman hingga LIPI.

"Kita segera ini, apa, saya akan mengeluarkan Kepmen mengenai anggota timnya. Ada dari Eijkman, dan ada dari LIPI, ada dari beberapa universitas," kata Bambang, di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Bambang mengatakan akan menyediakan fasilitas hingga anggaran untuk tim pengembangan vaksin ini. Selain itu juga disiapkan infrastruktur di wilayah Serpong agar interaksi anggota tim lebih cepat.

"Nanti kita fasilitasi semua yang melakukan riset pengembangan vaksin COVID dengan anggaran kita, dengan sumber daya kita, dan kita juga siapkan infrastrukturnya di Serpong, supaya kita istilahnya dengan interaksi antaranggota tim kita bisa mendapatkan vaksi lebih cepat dan lebih baik," ujar Bambang.

Tim pengembangan vaksin ini menurut Bambang sebagai bentuk semangat ketahanan nasional. Diakui Bambang, memang saat ini ada kerja sama juga dengan luar negeri terkait vaksin.

"Intinya gini, spirit dari Keppres ini adalah ketahanan nasional vaksin. Jadi tadi saya sampaikan, kita memang ada kerjasama luar negeri, tapi kan mereka mungkin bisa kasih 50 juta, 100 juta, nah kita belum tahu kebutuhan sebenernya berapa," sebutnya.

Bambang menjelaskan kerja sama luar negeri ini karena kebutuhan vaksin Indonesia cukup besar, jika vaksinasi dilakukan 2 kali setia penduduk. Bila hanya mengandalkan luar negeri, maka Indonesia akan sulit mendapatkan sesuai kebutuhan.

"Karena kalau seluruh penduduk 265 juta harus divaksin, dikali 2, karena kemungkinan lebih dari sekali, berartinya sudah 500 juta kan. Nah kita nggak mungkin 500 juta itu seluruhnya atau mungkin sebagian mengandalkan dari luar," ucap Bambang.

"Karena kalau mengandalkan dari luar, satu, suplainya berebut sama negara lain, kedua, harganya pasti naik. Segala sesuatu yang high demand yang bener-bener dicari itu harganya juga pasti nggak mungkin, padahalkan kita juga keterbatasan di anggaran," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi membentuk Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Corona. Tim yang dibentuk itu tertuang Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin COVID-19.

"Tim Pengembangan Vaksin COVID-19 bertujuan melakukan percepatan pengembangan vaksin COVID19 di Indonesia, mewujudkan ketahanan nasional dan kemandirian bangsa dalam pengembangan vaksin COVID-l9, meningkatkan sinergi penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta invensi dan inovasi, produksi, distribusi, dan penggunaan dan/atau pemanfaatan vaksin COVID-19 antara pemerintah dengan kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta sumber daya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengembangan vaksin COVID-l9 dan melakukan penyiapan, pendayagunaan dan peningkatan kapasitas, serta kemampuan nasional dalam pengembangan vaksin COVID-19," demikian isi Keppres pasal 3, seperti dilihat, Senin (7/9).

(rfs/gbr)