PDIP Sentil NasDem yang Mau Menangkan Kotak Kosong di Pilkada Gunungsitoli

PDIP Sentil NasDem yang Mau Menangkan Kotak Kosong di Pilkada Gunungsitoli

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 12:51 WIB
PDIP akan menggelar Rakornas untuk menyambut HUT ke-46 pada Kamis (10/1/2019) mendatang. Ratusan bendera PDIP merahkan jalanan Jakarta.
Bendera PDIP (Foto: Rifkianto Nugroho-detikcom)
Gunungsitoli -

Partai NasDem mengatakan bakal memenangkan kotak kosong gara-gara gagal mendaftarkan calon yang diusungnya ke KPU Gunungsitoli. PDIP sebagai pengusung bakal pasangan calon yang mendaftar ke KPU menyentil NasDem.

"Ya kotak kosong juga bagian dari demokrasi Pilkada langsung, jadi kalau ada pihak-pihak yang ingin memenangkan kotak kosong ya biasa-biasa saja. Itu lumrah saja kan. (Mungkin) calon tunggal itu tidak aspiratif dengan dirinya. Ya nggak ada masalah sih," kata Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD PDIP Sumut, Aswan Jaya, Selasa (8/9/2020).

Aswan meyakini calon yang mereka usung, Lakhomizaro Zebua-Sowa'a Laoli, merupakan tokoh yang diinginkan di warga Gunungsitoli. Bakal paslon ini menjadi calon tunggal di Pilkada Gunungsitoli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami meyakini bahwa calon tunggal itu adalah tokoh yang memang diinginkan oleh seluruh masyarakat di daerah tersebut ya. Sehingga saya pikir percuma saja melawan kotak kosong itu," ujar Aswan.

Aswan kemudian menanggapi pernyataan NasDem yang ingin memenangkan kotak kosong karena jagoannya gagal mendaftar akibat tak mendapat rekan koalisi. Menurut Aswan, NasDem harusnya mengevaluasi diri.

ADVERTISEMENT

"Ya harusnya, harusnya NasDem mengevaluasi diri terhadap calonnya. Mengapa tidak satupun partai politik mau bersama dengan calon dia. Itu berarti elektabilitas dan tingkat keterpilihannya itu rendah, kita juga ngapain memaksakan yang tingkat keterpilihannya rendah. Berarti kan rakyat tidak mau memilihnya. Ya mengevaluasi diri ajalah. Kenapa memaksakan calon yang tidak punya daya pilih," sebut Aswan.

Sebelumnya, NasDem sudah memberikan rekomendasi kepada Martinus Lase dan Hadirat Gea untuk maju di Pilkada Gunungsitoli. Namun, dukungan hanya diberikan NasDem yang memiliki 2 kursi di DPRD.

Calon inipun gagal mendaftar ke KPU. Penyebabnya, syarat minimal dukungan adalah 20 persen dari jumlah total anggota DPRD, yaitu minimal 5 kursi. NasDem pun mengatakan bakal berupaya memenangkan kotak kosong.

"Sekarang ini kan kotak kosong, paslon yang mendaftar di KPUD Gunungsitoli hanya satu, yaitu petahana. Karena calon yang kita usung nggak dapat partai koalisi, sehingga otomatis tidak mendaftar," kata Ketua DPW NasDem Sumut Iskandar, Senin (7/9).

"Jadi sikap NasDem adalah mendukung kotak kosong. Bukan hanya mendukung, memenangkan kotak kosong. Dalam artinya kita akan melakukan kerja-kerja menyosialisasikan kotak kosong dengan sesuai aturan KPU," imbuhnya.

Tonton video 'PDIP Sumbar Pastikan Tak Ikut Pilgub 2020':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads