Round-Up

Cerita PDIP Dicampakkan di Pilkada Sumbar dan Cilegon 

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 08:26 WIB
Ilustrasi Fokus Nasib Pilkada Langsung (Andhika Akbaransyah)
Ilustrasi (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Jakarta -

Berakhirnya tahapan pendaftaran pasangan calon kepala daerah dalam Pilkada 2020 menyisakan cerita tidak mengenakkan bagi PDIP. Pasalnya, partai berlambang banteng ini ternyata dicampakkan oleh paslon usungannya di Pilkada Sumatera Barat dan Cilegon.

Paslon pertama yang mengembalikan dukungan dari PDIP adalah Mulyadi-Ali Mukhni. Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat ini akhirnya hanya diusung oleh Partai Demokrat dan Partai PAN.

Pengembalian SK dukungan dari PDIP ini sebetulnya buntut panjang dari pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani, yang berharap Sumbar menjadi provinsi pendukung negara Pancasila. Perkataan Puan tersebut ternyata dinilai merugikan Mulyadi-Ali Mukhni. Merespons hal itu, PDIP Sumbar pun memutuskan tak ikut gelaran Pilgub Sumbar.

"Sebagai Ketua PDIP Sumatera Barat, saya langsung menggelar rapat bersama pengurus lainnya menyikapi pemutusan pengembalian mandat secara sepihak ini," kata Ketua DPD PDI Perjuangan Sumbar Alex Indra Lukman kepada wartawan, Minggu (6/9).

Mulyadi-Ali Mukhni pun resmi telah mendaftar ke KPU Sumbar pada Minggu (6/9). Pasangan ini maju bermodalkan 20 kursi dari koalisi Demokrat dan PAN dan tidak jadi menerima dukungan 3 kursi dari PDIP karena merasa ada tekanan dari tokoh dan masyarakat Sumbar.

"Malam ini kami pasangan Mulyadi-Ali Mukhni telah mendaftar ke KPU untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar. Sudah diterima KPU dan akan melewati verifikasi," kata Mulyadi setelah mendaftar ke KPU Sumbar.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3