Hobi Otomotif, Ketua MPR Sarankan Bengkel Punya Layanan Home Service

Abu Ubaidillah - detikNews
Senin, 07 Sep 2020 14:43 WIB
MPR RI
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengapresiasi pemilik bengkel yang memperlakukan karyawannya sebagai aset. Sehingga dalam keadaan sesulit apapun, termasuk masa pandemi ini mereka tetap dipertahankan serta tidak di-PHK. Salah satunya adalah toko dan bengkel Permaisuri Ban yang terletak di Bulungan, Kebayoran Baru.

Bamsoet mengapresiasi pemilik bengkel Permaisuri Ban, Wibowo Santosa yang tidak merumahkan karyawannya sekalipun sempat beberapa kali buka tutup bengkel akibat PSBB pandemi COVID-19. Karyawan bengkel Permaisuri Ban juga tetap bekerja dan optimis situasi akan kembali normal.

"Bengkel ini telah menjadi langganan saya sejak SMA. Waktu itu mobil pertama saya VW Kodok dan bersama teman-teman anggota VW Beetle Club (VBC) kerap nongkrong di bengkel ini. Dari dulu model velg dan ban yang dijual di sini memang selalu menjadi trendsetter anak-anak muda," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Senin (7/9/2020).

Dalam kunjungannya ke Permaisuri Ban seperti yang terlihat di konten 'Potret Kehidupan' pada akun YouTube Bamsoet Channel, ia mengajak para karyawan dan pekerja bengkel ngobrol santai tentang tantangan, suka duka, dan harapan pascapandemi.

Untuk mengatasi situasi pandemi COVID-19 ini. Bamsoet mengajak para pemilik bengkel kendaraan berinovasi dalam memberikan layanan servis kendaraan selama masa pandemi COVID-19. Misalnya seperti menerapkan protokol kesehatan atau home service kendaraan di rumah konsumen yang bisa menjadi alternatif.

"Selama pandemi Corona banyak bengkel yang mengalami penurunan omzet secara drastis. Bahkan, tak sedikit yang tutup dan merumahkan pekerjanya. Agar bisa bertahan, para pemilik bengkel harus bisa menyesuaikan layanan yang diberikan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," imbuhnya.

Bamsoet mengatakan agar bisa menarik pemilik kendaraan untuk melakukan servis, pemilik bengkel harus menjamin kebersihan bengkel yang dimiliki. Misalnya dengan menyemprot disinfektan mobil sebelum dan sesudah servis, mengecek suhu pelanggan dan mekanik, menyemprot disinfektan di area yang sering disentuh pelanggan, dan semua mekanik wajib mengenakan masker.

"Jika pemilik kendaraan yakin bengkel yang akan didatangi menjalankan protokol kesehatan dengan baik, tentu mereka tidak akan ragu untuk datang melakukan perbaikan kendaraan atau sekedar service rutin. Apalagi, setelah new normal seperti saat ini, pasti banyak pemilik kendaraan yang perlu melakukan service rutin atau mengganti onderdil atau velg dan ban setelah mobil lama tidak digunakan selama pembatasan sosial berskala besar," urainya.

Bamsoet yang merupakan Pembina komunitas Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI), Lamborghini Club Indonesia (LCI) dan Tesla Club Indonesia (TCI) mengatakan layanan home service bisa ditawarkan sebagai alternatif bagi pemilik kendaraan yang khawatir keluar rumah.

Pemilik kendaraan cukup menghubungi bengkel tanpa harus keluar rumah, nantinya akan ada mekanik datang dan jika kerusakan tidak bisa diselesaikan di rumah, pemilik bengkel bisa membawa mobil tersebut ke bengkel untuk diperbaiki.

"Home service tentu lebih efektif, tidak menyita waktu dan pemilik mobil tidak perlu keluar rumah. Mekanik yang datang tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Semisal, memakai masker, memastikan kondisi tubuh sehat, mencuci tangan serta menjaga physical distancing. Home service bisa menjadi solusi terbaik perbaikan kendaraan selama pandemi COVID-9," tutur Bamsoet.

(prf/ega)