Kasus Perceraian di Kabupaten Bogor Meningkat Selama Pandemi Corona

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 07 Sep 2020 12:28 WIB
Perceraian
Ilustrasi perceraian (Foto: iStock)
Bogor -

Sepanjang 2020, Pengadilan Agama Kelas 1A Cibinong, Kabupaten Bogor menangani ribuan perkara. Dari ribuan perkara itu, 90 persen di antaranya merupakan kasus perceraian.

"Tahun ini dari Januari (hingga hari ini), gugatan (ada) 4.117. (4.117 perkara) itu terdiri dari gugatan cerai, harta bersama, gugatan anak, waris. Tapi 80-90 persen (dari 4.117 perkara adalah gugatan) perceraian," kata Panitera Pengadilan Agama Kelas 1A Cibinong, Dede Supriadi, di Pengadilan Agama Kelas 1A Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (7/9/2020).

Dede mengungkapkan mayoritas penggugat merupakan pihak istri. Setidaknya, 70 persen gugatan yang masuk berasal dari perempuan.

"Ngaruh lah, kebanyakan faktor ekonomi, (banyak yang mengajukan perceraian di tahun ini) mungkin karena efek pandemi (COVID-19), bisa. Rumah tangganya sudah cekcok, sering bertengkar terus, dia minta bercerai," ujarnya.

Selain faktor ekonomi, Dede mengatakan, penyebab dilayangkannya gugatan cerai ke Pengadilan Agama Kelas 1A Cibinong karena kehadiran orang ketiga atau kasus perselingkuhan. Tahun lalu pun, kata dia, gugatan cerai lebih banyak diajukan pihak istri.

Meski begitu, Dede menyebut pengajuan perceraian tidak akan langsung dikabulkan. Rata-rata, proses perceraian memakan waktu 1-3 bulan.

"Ada proses mediasi, ada proses perdamaian sidang. Mediasi itu mendorong agar dia mencabut perkara untuk rukun dari mediasi, cari jalan keluarnya jangan sampai cerai, gitu," ungkap Dede.

Tonton video 'Jam Malam Diberlakukan di Bogor, Kerumunan Pun Berkurang':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)