Kisah Tersangka Korupsi Tanah Kuburan Maju Pilkada OKU Didukung 12 Partai

Tim detikcom - detikNews
Senin, 07 Sep 2020 11:47 WIB
Wabup OKU Johan Anuar (dok IG Pemkab OKU)
Foto: Wabup OKU Johan Anuar, kembali maju sebagai calon wakil bupati OKU di Pilkada OKU 2020. (dok IG Pemkab OKU)
Palembang -

Bakal calon bupati dan wakil bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Kuryana Aziz-Johan Anuar mendaftar ke KPU dengan memborong dukungan dari 12 partai politik. Johan Anuar merupakan tersangka Korupsi Tanah Kuburan.

Kuryana Aziz-Johan Anuar merupakan calon pasangan petahana dengan format yang sama. Kuryana kini menjabat Bupati OKU, yang berpasangan dengan Johan Anuar.

"Ini (Kuryana-Johan) pendaftar hari pertama dengan dukungan 12 partai politik. Kalau dilihat jumlah kursi di DPRD tentu sudah tercukupi," ujar Ketua KPU OKU, Naning Wijaya, saat dimintai konfirmasi, Jumat (4/9/2020).

Selain 12 partai politik, kedua paslon didukung dua partai yang tak punya kursi di DPRD OKU, yakni Partai Garuda dan PSI. KPU bakal memproses pendaftaran ini sesuai aturan yang berlaku.

Dirangkum detikcom, Senin (7/9/2020), Johan merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah kuburan. Dia ditetapkan polisi sebagai tersangka dugaan korupsi tanah kuburan di OKU pada 2018. Saat itu ia langsung melakukan gugatan praperadilan dan menang.

Johan kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus serupa pada awal Desember 2019. Johan Anuar mengajukan gugatan kembali karena tidak terima jadi tersangka, tapi gugatan itu ditolak.

Untuk pertama kalinya diperiksa sebagai tersangka pada 14 Januari, Johan langsung ditahan. Ia dibebaskan dari sel pada 12 Mei karena masa penahanan habis.

KPK kemudian mengambil alih penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah kuburan yang bersumber dari APBD 2013 senilai Rp 6 miliar yang sebelumnya ditangani Polda Sumsel ini. Kasus ini dinilai sulit jika ditangani oleh polisi.

Selanjutnya
Halaman
1 2