Golkar DKI Minta Bukti Gage Tak Sebabkan Penularan Corona di Transportasi Umum

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Minggu, 06 Sep 2020 18:51 WIB
Judistira Hermawan
Foto: Judistira Hermawan (dok.Istimewa)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk tetap memberlakukan ganjil-genap (gage), meskipun data Satgas Penanganan COVID-19 menunjukkan 62 persen pasien Corona yang dirawat di RSD Wisma Atlet adalah pengguna transportasi umum. Bagaimana sikap Fraksi Golkar DPRD DKI atas keputusan Pemprov DKI?

"Itu yang kita sampaikan dari awal, ya, bahwa memang ada kekhawatiran transportasi umum itu jadi klaster baru penyebaran COVID-19 dan ini sudah dibuktikan oleh Satgas COVID tingkat pusat, yang menyatakan bahwa ada kenaikan jumlah penumpang, baik di LRT atau MRT maupun TransJakarta, sebanyak kurang lebih 3,5 persen," ujar Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Judistira Hermawan kepada wartawan, Minggu (6/9/2020).

Satgas Penanganan COVID-19 diketahui meminta Pemprov DKI mengevaluasi ganjil genap untuk memastikan apakah penerapannya memiliki kontribusi dalam penularan kasus Corona. Judistiwa menilai apa yang disampaikan satgas perlu juga dilakukan.

"Nah sebenarnya, ya, Pemprov DKI nggak ada salahnya juga mengikuti apa yang disampaikan oleh Satgas COVID pusat, ini kan untuk kebaikan bersama," terangnya.

Jika Pemprov DKI menolak, menurut Judistira, harus ada kajian komprehensif yang menyatakan ganjil genap tidak meningkatkan penularan Corona di transportasi umum. Sebab, ganjil genap diyakini bakal meningkatkan jumlah pengguna transportasi umum.

"Kalau Pemprov DKI menolak, ada nggak kajian dari mereka, pembuktian bahwa tidak ada kenaikan jumlah penumpang di transportasi umum, atau tidak ada penyebaran (Corona) yang disebabkan di transportasi umum? Kan tidak ada yang bisa dibuktikan juga. Jadi saya pikir lebih diikuti saja saran dari Satgas COVID pemerintah pusat," ucap Judistira.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta tetap melanjutkan kebijakan ganjil genap di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Keputusan ini diambil dari hasil evaluasi Pemprov DKI yang dilakukan setiap hari.

"Evaluasi ganjil genap terus kami lakukan, tapi saya sudah sebutkan setiap hari kami evaluasi yang dilaporkan secara mingguan kepada Pak Gubernur selaku Ketua Gugus Tugas Provinsi, yang kemudian dari hasil evaluasi ini ganjil genap terus dilanjutkan," kata Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (6/9).

Tonton video 'Tambah 3.444, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 194.109':

[Gambas:Video 20detik]



(man/zak)