Wakil Ketua MPR HNW Bicara soal Hubungan Umat Islam dengan Negara

Angga Laraspati - detikNews
Minggu, 06 Sep 2020 13:02 WIB
HNW
Foto: MPR
Jakarta -

Di hadapan alim ulama, santri dan tokoh masyarakat Karawang, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengingatkan sejak lama umat Islam Indonesia punya hubungan yang baik dengan negaranya. Bahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan warisan dari jihad para ulama dan umat Islam.

Karena itu menurut HNW, umat Islam harus aktif mengisi kemerdekaan, sebagai bentuk syukur kepada Allah, dan terima kasih kepada para ulama. Salah satunya dengan cara ikut aktif berpartisipasi dalam pembangunan serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dari ancaman perpecahan.

"Sungguh disayangkan, jika sampai sekarang masih ada umat Islam yang menganggap bahwa kehidupan demokrasi itu bid'ah, pemilu juga bid'ah karena tidak ada di zaman Nabi. Padahal mereka itu juga pakai handphone, nonton televisi yang itu semua tidak dijumpai di masa Rasulullah," kata HNW dalam keterangannya, Minggu (6/9/2020).

Secara virtual saat menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar di Ponpes Annihayah, Karawang HNW juga menuturkan selain dari kalangan sendiri, keserasian hubungan antara umat muslim dengan negaranya juga kerap diusik oleh kelompok masyarakat yang tidak ingin melihat keserasian hubungan antara umat Islam dengan negaranya. Mereka itu adalah kelompok Islamophobia.

"Mereka mengira, antara Islam dan Indonesia tidak ada hubungan apapun. Itu terjadi karena mereka melupakan sejarah, melupakan pesan Bung Karno Jas Merah, jangan melupakan sejarah," kata HNW lagi.

HNW menambahkan umat Islam dan Indonesia memiliki keterkaitan yang sangat erat, seperti kalangan Nahdliyin misalnya, orang NU tidak boleh melupakan kiprah besar K.H. Hasyim As'ari, dengan resolusi Jihad. Karena gerakan ini mampu mengobarkan semangat santri dan arek-arek Surabaya melawan penjajah Belanda, yang melahirkan perlawanan 10 November.

"Mereka tidak memikirkan upah dan jasa. Yang ada dalam benaknya adalah berjihad membela bangsa dan negara dari penjajahan, meski nyawa taruhannya," kata HNW.

Sementara itu, anggota MPR Fraksi PKS Ahmad Syaikhu mengajak masyarakat untuk mempraktekkan nilai-nilai Pancasila, dimulai dari rumah tangga masing-masing. Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa saat ini pandemi Corona belum berlalu.

Karena itu, menurutnya warga Karawang harus tetap menjaga kesehatan, melaksanakan protokol kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat. Pelaksanaan Sosialisasi di ponpes Annihayah ini pun dilakukan dengan memenuhi protokol kesehatan. Semua peserta mengenakan masker, jaga jarak dan cuci tangan dengan sabun. Semua peserta juga dilarang berkerumun terlalu dekat.

(akn/ega)