HNW: Seharusnya Menag Selamatkan Bangsa dari Radikalis Amoral

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2020 13:16 WIB
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid
Foto: Dok MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyayangkan pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi terkait paham radikal masuk melalui orang berpenampilan menarik atau good looking dan memiliki kemampuan agama yang baik. Menurutnya Menag seharusnya fokus selamatkan moral bangsa dari radikalis amoral seperti pedofilia dan LGBT yang merusak bangsa.

"Seharusnya Menag selamatkan moral bangsa dan semangat beragama kalangan generasi muda dari radikalis amoral. Seperti pedofilia pria tua asal Perancis yang memakan korban 305 anak Indonesia beberapa waktu lalu. Atau radikalis LGBT yang kembali menggelar pesta seks ratusan gay di Jakarta kemarin," ujar HNW dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2020).

"Kedua kelompok ekstrim itu secara radikal mengulangi kejahatan mereka yang jelas-jelas melanggar hukum dan ajaran Agama, serta menghancurkan moral bangsa, pilar jaminan eksistensi bangsa," tukasnya.

Lebih lanjut, HNW mengingatkan agar Menag fokus kepada tugas pokok Menag, yakni mendorong semakin terselamatkannya moral bangsa dan majunya kehidupan beragama di Indonesia. Ia juga meminta Menag bersuara lantang soal penghancuran moral itu.

"Tidak malah diam saja. Dan mestinya beliau serius menghadirkan keteladanan menjadi Muslim Moderat yang rahmatan lil alamin. Bukan justru terkesan phobia terhadap bermunculannya anak-anak muda good looking, bisa berbahasa Arab dan apalagi Hafiz (penghafal Al Quran) yang ikut memakmurkan dan mengurusi masjid, yang justru potensial menjadi generasi penerus penyelamat bangsa dengan moral dan laku beragama yang moderat dan rahmatan lil alamin," jelasnya.

"Pernyataan itu sangat tidak diperlukan. Apalagi di tengah maraknya korban COVID-19, dan kasus moral di Indonesia. Harusnya Menteri Agama berterima kasih kepada anak-anak muda itu, menyambut positif tren mereka yang good looking yang hijrah, bisa bahasa Arab, apalagi Hafiz (penghafal Al Quran) yang memakmurkan masjid dan mau mengurusi masjid," imbuhnya.

HNW mengatakan seharusnya para anak muda itu dibimbing agar masjid semakin makmur dan mereka tidak terkena penyakit masyarakat, bukan malah diframing seolah penyebar paham radikal. "Janganlah anak-anak muda good looking yang bisa dari kalangan selebritis, artis dan lain-lainnya itu malah di stigma dan diframing sebagai pintu penyebaran radikalisme melalui masjid," sebutnya.

Bila perilaku tidak bijak seperti ini terus dilakukan, menurut HNW bisa berdampak pada berkembangnya saling curiga di antara jamaah masjid, dan membuat anak-anak muda itu malah takut ke masjid. Pada akhirnya mereka kembali ke lingkungan yang destruktif dan jauh dari spirit positif masjid.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan lebih sesuai dengan tupoksinya, apabila Menag mendukung anak-anak muda untuk aktif di masjid atau rumah ibadah lainnya sesuai dengan agama yang dianutnya. Dan mengajak semuanya, bukan hanya yang ke masjid saja untuk beragama yang Moderat, toleran, cinta bangsa dan negara, serta rahmatan lil alamin, daripada phobia terhadap anak-anak muda yang aktif di Masjid.

Dengan spirit semacam itu, kata Hidayat mereka akan menemukan lingkungan yang konstruktif, jauh dari lingkungan kejahatan atau kegiatan yang destruktif dan tidak bermoral.

(prf/ega)