Kasatpol PP DKI Marah Tebalik Kopi Buka Usai Ditutup: Dianggap Sepele!

Lukman Nurhadi Arunanta - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2020 14:56 WIB
Kasatpol PP DKI Ngamuk di Kedai Kopi yang Ketahuan Kembali Buka
Kasatpol PP DKI Arifin melakukan sidak ke Tebalik Kopi. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kasatpol PP DKI Arifin meluapkan kemarahannya saat melakukan sidak ke Kafe Tebalik Kopi di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, dalam video diunggah Instagram @satpolpp.dki. Arifin mengatakan marah karena pengelola restoran tidak mempedulikan protokol COVID-19.

"Saya marah karena pihak pengelola tidak mempedulikan ketentuan protokol COVID untuk memberikan perlindungan ke semua orang, pengunjung maupun yang bekerja di sana," kata Arifin ketika dimintai konfirmasi, Sabtu (5/9/2020).

Arifin mengatakan Kafe Tebalik Kopi sudah ditutup sementara selama 1x24 jam, Kamis (3/9) malam. Namun, esoknya, mereka tetap buka dan tidak ada iktikad baik untuk melakukan perbaikan protokol COVID-19.

"Semalam, Jumat (4/9) malam Sabtu seharusnya Tebalik Coffee statusnya tutup. Tapi kami dapatkan laporan masyarakat mereka masih buka, bahkan masih tidak ada iktikad baik untuk menyempurnakan ketentuan protokol COVID-19. Seolah-olah yang kami tindak itu tidak ada artinya buat mereka," jelas Arifin.

Arifin tambah dibuat kesal karena pengelola melepaskan tanda tutup sementara yang dipasang Satpol PP.

"Tanda yang kami pasang ditutup 1x24 jam sudah disobek oleh mereka. Itu harusnya seizin dari petugas, 1x24 jam nanti kami lepaskan. Seperti itu. Makanya kenapa saya marah, karena saya merasa kasihan kepada mereka, saya marah itu karena sayang kepada mereka. Kalau yang terpapar COVID-19 kan mereka juga yang merasakan," ujarnya.

Pengelola Tebalik Kopi, sebut Arifin, tidak menjawab saat ditanya alasan tetap nekat buka. Arifin menyebut mereka sebenarnya sudah tahu tempat usahanya ditutup.

"Alasan tetap buka yang jelas kemarin saya tanya kenapa Anda buka, ya jawabannya minta maaf saja. Saya nggak bisa paksa lagi jawabannya. Kalau mohon maaf, ya artinya mereka tahu harusnya tidak buka dan tidak dipatuhi. Dia sebetulnya tahu tidak boleh buka. Dianggap sepele, angin lalu saja," terangnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kafe dan restoran di kawasan Jakarta Selatan. Proses sidak itu diunggah di Instagram Story Anies di @aniesbaswedan.

Saat sidak pada Kamis (3/9) malam itu, Anies didampingi oleh Satpol PP DKI Jakarta Arifin dan jajarannya. Dalam sidak itu, Anies mengunjungi dua lokasi, yakni di kawasan Jalan Haji Nawi dan Jalan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Saat berada di Kafe Tebalik Kopi di Jalan Haji Nawi, Anies sempat bertanya kepada pengelola mengenai aturan protokol kesehatan. "Mana protokolnya? Tahu nggak aturannya?" tanya Anies kepada pria yang merupakan pengelola kafe.

Anies memperingatkan pengelola kafe tersebut mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan. Hal itu karena berhubungan dengan nyawa.

"Ini bukan melanggar peraturan, ini soal nyawa. Anda tutup sekarang dan jangan diulangi," katanya.

(hri/hri)