Round-Up

Penegasan Indonesia Tak Mungkin Jadi Fasilitas Militer China

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 22:01 WIB
Pentagon sebut China ingin melipatgandakan hulu ledak nuklirnya (AFP Photo)
Pentagon menyebut China ingin melipatgandakan hulu ledak nuklirnya. (Foto: dok. AFP Photo)
Jakarta -

Muncul laporan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) yang mengatakan China mempertimbangkan Indonesia untuk menjadi lokasi fasilitas militer. Merespons isu itu, pemerintah Indonesia menekankan tanah RI tak mungkin jadi fasilitas militer China.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa China berupaya membangun jaringan logistik luar negeri yang lebih kuat dan infrastruktur pangkalan untuk memungkinkan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) memproyeksikan dan mempertahankan kekuatan militer pada jarak lebih jauh.

Ada beberapa negara, yang menurut Pentagon, menjadi pertimbangan China untuk lokasi fasilitas logistik militer terbaru di luar negeri. Ada nama Indonesia disebut dalam daftar negara tersebut.

"RRC kemungkinan besar sudah mempertimbangkan dan merencanakan fasilitas logistik militer tambahan untuk mendukung proyeksi Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Angkatan Darat," sebut laporan Pentagon tersebut, yang dirilis di situs resmi Departemen Pertahanan AS.

Pentagon tidak menjelaskan lebih jauh soal alasan China mempertimbangkan negara-negara itu sebagai lokasi fasilitas logistik militer tambahan. Namun, dalam laporan itu, jaringan global untuk logistik militer China bisa mengintervensi operasi militer AS dan mendukung operasi ofensif terhadap AS.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi sudah buka suara. Dia menegaskan hal itu tidak akan terjadi.

"Laporan Pentagon 'Military and Security Development Involving the People's Republic of China 2020'. Kita membaca laporan Pentagon yang menyebut Indonesia sebagai salah satu negara yang dianggap RRT (Republik Rakyat Tiongkok) sebagai lokasi bagi fasilitasi logistik militer. Secara tegas, saya ingin menekankan bahwa sesuai dengan garis dan prinsip politik luar negeri Indonesia, wilayah Indonesia tidak dapat dan tidak akan dijadikan basis atau pangkalan maupun fasilitas militer bagi negara mana pun," tegas Retno dalam video konferensi yang diterima, Jumat (4/9/2020).

Retno menekankan Indonesia tidak akan pernah jadi pangkalan militer negara mana pun.

"Saya ulangi, bahwa wilayah Indonesia tidak dapat dan tidak akan dijadikan basis atau pangkalan maupun fasilitas militer bagi negara mana pun," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2