Polisi Sebut Satpam Korban Peluru Nyasar di Pademangan Mulai Membaik

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 17:54 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono)
Jakarta -

Jefri (23), korban peluru nyasar di Pademangan, Jakarta Utara telah menjalani operasi. Polisi menyebut kondisi korban saat ini berangsur membaik.

"Kondisi (korban) saat ini berangsur-angsur membaik, ya," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Sudjarwoko, saat konferensi pers di Polres Metro Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso No.1, Koja, Jakut, Jumat (4/9/2020).

Meski begitu, polisi belum bisa meminta keterangan dari Jefri. Satpam di pelabuhan ini mengalami luka tembak di bagian perut.

"Komunikasinya belum lancar sih. Mungkin Minggu depan akan kita cek lagi keterangan seperti apa. (Peluru yang mengenai korban) tembus, tembus dari perut ke belakang," ungkapnya.

Lebih lanjut Sudjarwoko mengatakan, pihaknya saat ini masih mendalami kejadian tersebut. Polisi mengumpulkan CCTV dan keterangan saksi-saksi untuk mencocokkan keterangan korban dengan fakta di lapangan.

"Makanya kita mengumpulkan barang bukti CCTV dan sebagainya sampai saat ini, untuk menyimpulkan keterangan dari yang bersangkutan, yang sampai saat ini masih berubah-ubah, belum jelas," terang dia.

Seperti diketahui, Jefri (23), seorang petugas satpam pelabuhan, diduga terkena peluru nyasar di wilayah Pademangan, Jakarta Utara. Pihak keluarga menyebut, korban terkena peluru nyasar saat korban terjebak aksi tawuran.

Kakak ipar korban, Petrus S (38), mengatakan korban, pada Minggu (30/8) dini hari itu korban pulang menonton balapan di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat. Saat hendak pulang sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, korban terjebak tawuran di kawasan Pademangan, Jakarta Utara.

"Rupanya tawuran itu dibubarkan mungkin dengan cara tembak-tembak, dia kena lah tembakan sehingga adik saya mengalami luka tembak yang serius," ujar Petrus, Senin (31/8).

(mea/mea)