Usut Peluru Nyasar ke Satpam di Pademangan, Polisi Periksa Saksi hingga CCTV

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 21:05 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Seorang pria bernama Jefri (23) diduga menjadi korban peluru nyasar di Pademangan, Jakarta Utara. Polisi masih terus mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan sejumlah bukti.

"Sementara kita masih dalam mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkapkan kasus itu, membuktikan alibi dari si korban yang mengatakan dia tertembak setelah menonton kebut-kebutan di Kemayoran itu," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Sudjarwoko ketika dihubungi wartawan, Selasa (1/9/2020).

Pria yang berprofesi sebagai petugas satpam tersebut memang mengaku terkena tembakan setelah menonton aksi balapan di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat. Pada Minggu (31/8) dini hari, Jefri yang sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya di kawasan Koja, Jakarta Utara, terjebak akibat adanya sekelompok warga yang tengah tawuran.

Keluarga menduga korban terkena tembakan peluru nyasar petugas yang tengah membubarkan aksi tawuran tersebut. Terkait hal itu, Sudjarwoko mengatakan hingga saat ini pihaknya tengah memastikan lokasi tepat dari insiden penembakan tersebut.

"Untuk lokasi sampai saat ini kita masih mencari CCTV yang pas. Sudah (CCTV) ada yang kita kumpulkan dari dua lokasi itu. Lokasi (penembakan) ini masih belum bisa kita pastikan apakah di wilayah Jakarta Pusat atau di Jakarta Utara wilayah kita," jelasnya.

Sudjarwoko menambahkan, pihaknya juga setidaknya telah memeriksa dua saksi guna mengungkap kasus tersebut. Dia mengatakan saksi tersebut berasal dari petugas sekuriti dan tukang sapu jalanan yang berada di daerah Kemayoran.

Terkait luka pada tubuh korban, Sudjarwoko mengatakan pihaknya hingga kini juga masih menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk memastikan luka yang diderita oleh korban tersebut.

"Kita masih tunggu juga hasil visumnya. Kalau terlihat secara kasat mata memang luka tembak, tapi dokter belum bisa memberikan kepastian apakah itu luka tembak atau tusukan benda tajam," papar Sudjarwoko.

Seperti diketahui, Jefri (23), seorang petugas satpam pelabuhan, diduga tertembak peluru nyasar di wilayah Pademangan, Jakarta Utara. Pihak keluarga menyatakan saat itu korban sedang terjebak tawuran antarkelompok.

Kakak ipar korban, Petrus S (38), mengatakan korban, pada Minggu (30/8) dini hari itu korban pulang menonton balapan di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat. Saat hendak pulang sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, korban terjebak tawuran di kawasan Pademangan, Jakarta Utara.

"Rupanya tawuran itu dibubarkan mungkin dengan cara tembak-tembak, dia kena lah tembakan sehingga adik saya mengalami luka tembak yang serius," ujar Petrus, Senin (31/8).

(mea/mea)