Dubes RI Kairo Temui Menteri Perdagangan Mesir, Bahas Kerja Sama Ekonomi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 03:51 WIB
Dubes Helmy Fauzy dan Menteri Perdagangan dan Industri Mesir, Nevine Gamea
Foto: Dubes Helmy Fauzy dan Menteri Perdagangan dan Industri Mesir, Nevine Gamea (dok. KBRI Kairo)
Jakarta -

Duta Besar LBBP RI Kairo, Helmy Fauzy, menemui Menteri Perdagangan dan Industri Mesir, Nevine Gamea. Pertemuan itu membahas kerja sama ekonomi kedua negara saat pandemi Corona.

Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Perdagangan dan Industri Mesir, Selasa (1/9) waktu setempat. Dubes Helmy mengatakan Mesir merupakan negara mitra dagang utama Indonesia, dengan nilai ekspor tertinggi untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika.

"Terdapat peningkatan ekspor dan impor. Diantaranya ekspor kopi Indonesia ke Mesir meningkat 2%. Sedangkan ekspor kurma Mesir ke Indonesia meningkat 12% dan phosphate 6%. Indonesia mencatat masih terdapat banyak peluang guna lebih meningkatkan volume perdagangan," kata Helmy dalam keterangan yang diterima detikcom, Kamis (3/9/2020).

Guna meningkatkan kerja sama ini, Helmy kedua negara segera melakukan finalisasi dan penandatanganan draft MoU Joint Trade Committee (JTC). Helmy menegaskan MoU itu adalah amanat kedua pimpinan negara sejak 2015.

"Saya berharap MoU JTC dapat segera dirampungkan. Hal ini merupakan amanat kedua pemimpin negara pada saat pertemuan di Jakarta pada September 2015. Penandatanganan MoU ini diharapkan dapat dibarengi dengan penyelenggaraan JTC Pertama RI-Mesir," tegas Helmy.

Selain membahas potensi ekonomi kedua negara, pertemuan tersebut dalam rangka perpisahan Dubes Helmy. Helmy menegaskan pentingnya terus berinovasi dan berkolaborasi dalam meningkatkan upaya diplomasi ekonomi Indonesia di Mesir di masa pandemi ini.

Sementara itu, Menteri Perdagangan dan Industri Mesir, Nevine Gamea, pada pertemuan tersebut menyampaikan keinginan yang sama untuk meningkatkan volume perdagangan bilateral Indonesia-Mesir, sebab masih terdapat peluang-peluang perdagangan yang dapat dioptimalkan seperti ekspor mangga, stoberi, pupuk, bahan kimia, besi, tekstil ke Indonesia.

"Mesir memiliki kesamaan pandangan bahwa melalui JTC kedua negara akan membuka akses pasar yang lebih luas. Kita sedang jajaki kemungkinan untuk melakukan proses penandatangan MoU melalui virtual, mengingat situasi COVID-19 ini yang sulit untuk melakukan pertemuan langsung," ungkap Gamea pada kesempatan yang sama.

Gamea diketahui terkenal aktif memajukan pengembangan usaha kecil dan menengah (UMKM) Mesir. Gemea kemudian mengusulkan agar Indonesia dan Mesir dapat menjajaki kerja sama di bidang UMKM, antara lain melalui kegiatan-kegiatan pelatihan dan peningkatan kapasitas lainnya.

Selain itu, Gamea mendorong kerja sama investasi kedua negara. Dia mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara mitra investasi Mesir. Tercatat sebanyak 22 proyek investasi Indonesia di Mesir dengan nilai investasi mencapai USD 111,6 juta.

"Indonesia menempati rangking ke-55 investor di Mesir," tutur Gamea.

Untuk diketahui, volume perdagangan RI-Mesir cenderung stabil meski tengah mengalami pandemi COVID-19. Pada periode Januari hingga Mei 2020, volume perdagangan kedua negara mencapai USD 571.9 juta dengan nilai ekspor Indonesia sebesar 499,9 juta US dollar dan impor sebesar 72,04 juta US dollar. Meski turun sekitar 3,08% dibanding periode yang sama tahun 2019 yang mencapai USD 590,1 juta, angka tersebut cukup positif apabila dibandingkan dengan volume perdagangan Indonesia dengan negara-negara lainnya di kawasan.

(lir/lir)