Temu Virtual dengan LDII, Ma'ruf Amin Ingatkan Ancaman Radikalisme

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 03:06 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin
Foto: Wapres Ma'ruf Amin (dok. Setwapres)
Jakarta -

Wakil Presiden Ma'ruf Amin berdialog secara virtual dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Ma'ruf menitipkan beberapa pesan kepada LDII di antaranya perlu menjaga kesatuan umat dan menanggulangi ancaman radikalisme.

"Dan yang saya harapkan terakhir juga tadi, membangun kesatuan umat yang sekarang ini masih program. Program yang terus dan selalu saja ada masalah agama, tetapi sering ini merusak keutuhan. Sebab ini modal kita dalam rangka membangun keutuhan nasional," kata Ma'ruf dalam keterangan yang diterima detikcom, Kamis (3/9/2020).

Ma'ruf mengatakan saat ini ancaman radikalisme masih ada. Dia berpesan perlu ada upaya pencegahan dan deradikalisasi.

"Nah, makanya kita ingin membangun kerukunan ini. Sebab ancaman-ancaman radikalisme, ancaman-ancaman ini masih ada. Kebetulan juga saya yang ditugasi untuk membangun, untuk penanggulangan radikalisme ini menjadi tugas saya juga. Jadi, ini juga menjadi sesuatu yang akan terus kita mantapkan, kita bangunkan, baik dalam rangka pencegahannya, kontra radikalisasinya. Jadi ada radikalisasi tentu harus ada kontaradikalisasi, maupun juga mengembalikan mereka yang telah terpapar dalam rangka deradikalisasi," tuturnya.

Selain itu, Ma'ruf mengatakan LDII juga berperan dalam menciptakan SDM unggul. Serta meminta LDII untuk berperan dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada umat.

"Menjadi kewajiban kita supaya umat ini berdayakan, sehingga mampu berkompetisi ya, sehingga bisa tampil. Karena itu pemberdayaan ini tentu bisa melalui pendidikan formal tapi melalui pendidikan vokasi. Nah, kita ingin mengembangkan pendidikan vokasi sehingga masyarakat kita ini akan terus bisa hidup dengan kemampuan yang kita bekali dengan pendidikan vokasi itu. Menyangkut keterampilan, menyangkut juga vokasi dalam arti pengembangan diri," tutur Ma'ruf.

Ma'ruf mengatakan pendidikan vokasi tidak hanya diberikan oleh sekolah umum, namun juga melalui pesantren. Dia menyebut LDII memiliki afiliasi dengan pesantren sehingga bisa turut berperan dalam memberikan pendidikan itu.

"Saya senang kalau pesantren-pesantren pemberdayaan-pemberdayaan di bidang pengembangan diri ya. Saya berharap (LDII) untuk terus berpartisipasi dalam rangka pembangunan menuju Indonesia maju, terutama tentu yang berkaitan dengan pengadaan sumber daya manusia. Sebab sesungguhnya Indonesia akan maju atau tidak, itu khususnya pada tersedianya SDM unggul yang akan bisa melakukan perubahan-perubahan menuju Indonesia maju," ungkap Ma'ruf.

(lir/lir)