Dukung Pembangunan Wisata Prioritas, Kemenhub Bahas Alur Pelayaran

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 19:13 WIB
Kemenhub
Foto: dok Kemenhub
Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melakukan percepatan penyelesaian perbaikan fasilitas khususnya infrastruktur maupun kelengkapan-kelengkapan yang ada di wilayah Labuan Bajo NTT. Hal itu dilakukannya untuk mendukung percepatan pembangunan wisata super prioritas.

"Saat ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sedang membangun Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu yang nantinya akan digunakan menangani lalu lintas logistik dan bongkar muat kontainer, kargo, dan curah cair, sehingga akan memisahkan aktivitas pariwisata dan bongkar muat kargo di Pelabuhan Labuan Bajo," ujar Direktur Kenavigasian Hengki Angkasawan dalam keterangan tertulis, Kamis (3/9/2020).

Hengki menyampaikan Menteri Perhubungan juga sangat intens untuk mengawal pembangunan infrastrukur transportasi di Labuan Bajo ini dengan memerintahkan eselon I terkait untuk memonitor setiap progres pekerjaan yang sudah dilaksanakan sehingga bisa selesai tepat waktu.

"Harapannya dengan beroperasinya pelabuhan Labuan Bajo dan Terminal Wae Kelambu secara keseluruhan akan dapat mendukung kegiatan pariwisata dan bersamaan dengan kegiatan usaha logistik bagi keberlangsungan ekonomi di Nusa Tenggara Timur," ungkapnya saat FGD Penetapan Alur Pelayaran.

Hengki juga menyampaikan apresiasinya atas diselenggarakannya FGD itu dalam mewujudkan destinasi wisata kelas dunia. "Saya sangat mengapresiasi sekali kehadiran Bapak/Ibu dalam rangka bagaimana nanti kita bisa membangun suatu destinasi wisata berkelas dunia dan tentu dengan penataan-penataan bagaimana kita tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan pelayaran," tuturnya.

Ia berharap agar para narasumber yang hadir pada FGD ini dapat menyampaikan dari sisi pengelolaan pelabuhan, pengelolaan alur pelabuhan di lokasi-lokasi wisata, pengaturan terminal penumpang yang dikhususkan untuk mendukung pariwisata, serta bagaimana logistik dapat dimobilisasi dengan baik.

Demi mendukung fungsi tersebut, lanjut Hengki, maka penataan alur-pelayaran Pelabuhan Labuan Bajo, Terminal Wae Kelambu serta Perlintasan Pulau Komodo selayaknya segera untuk dilaksanakan.

"Berkat sinergi yang baik antara seluruh pihak yang terkait maka telah disusun Rancangan Keputusan Menteri (RKM) Perhubungan tentang penetapan alur pelayaran Pelabuhan Labuan Bajo, Terminal Wae Kelambu serta perlintasan Pulau Komodo," terangnya,

Menurutnya alur pelayaran itu akan meliputi ketertiban lalu lintas kapal, keselamatan dan keamanan bernavigasi dan perlindungan lingkungan maritim di mana pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran dilakukan oleh Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Labuan Bajo.

Sedangkan untuk Sistem Rute di mana penetapan bagan pemisah lalu lintas, rute dua arah, garis haluan, daerah yang harus dihindari rute air dalam, daerah kewaspadaan dan daerah putaran, pengawas penataan dan penyelenggaraan alur dilaksanakan oleh Disnav Kelas II Kupang.

Dengan adanya Keputusan Menteri Perhubungan tersebut, diharapkan keteraturan, kelancaran serta keselamatan lalu-lintas pelayaran di Pelabuhan Labuan Bajo, Terminal Wae Kelambu serta perlintasan Pulau Komodo dapat terwujud guna mendukung perekonomian dan pariwisata di kawasan wilayah Nusa Tenggara Timur.

Sebagai informasi, proses penetapan Alur Pelayaran Pelabuhan Labuan Bajo, Terminal Wae Kelambu Serta Perlintasan Pulau Komodo ini sudah mencapai tahap ketiga yang merupakan tahap terakhir. Adapun tahapan sebelumnya yaitu tahap persiapan administrasi teknis dan tahap pelaksanaan survey.

"Selanjutnya, langkah terakhir yaitu finalisasi draft RKM penetapan alur, maklumat pelayaran/ Berita Pelaut Indonesia dan yang paling terakhir yaitu Sosialisasi Penetapan Al," pungkas Hengki.

(ega/ega)