Doni Monardo Ungkap Peningkatan Penumpang KRL-TransJ Imbas Ganjil Genap di DKI

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 13:38 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo
Doni Monardo (Rusman-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengungkap adanya peningkatan penumpang transportasi umum imbas kebijakan ganjil-genap di DKI Jakarta. Doni pun meminta kebijakan itu dievaluasi.

Hal itu disampaikan Doni dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR, Rabu (3/9/2020). Doni awalnya mengungkapkan pihaknya telah menggelar video conference dengan Pemprov DKI Jakarta dan sejumlah kementerian/lembaga pada Minggu (31/8) lalu untuk membahas ganjil-genap.

"Didapatkan data bahwa setelah adanya kebijakan ganjil-genap untuk DKI terdapat peningkatan untuk transportasi kereta api sebesar 3,5 persen, dari rata-rata sekitar 400 ribu penumpang per hari," kata Doni.

Menurut Kepala BNPB ini, meski persentasenya kecil, peningkatan jumlah penumpang itu berpengaruh besar terhadap kerumunan di KRL yang berpotensi memunculkan penyebaran virus Corona. Selain itu, Doni mengungkapkan ada peningkatan jumlah penumpang TransJakarta.

"Angka 3,5 persen ini kelihatan sedikit tapi karena jumlah penumpang yang ada di KRL ini cukup besar maka penambahan 3,5 persen ini akhirnya meningkatkan kepadatan di dalam gerbong. Begitu juga transportasi di TransJakarta ada peningkatan 6-12 persen," ungkapnya.

Karena itulah, Doni meminta Pemprov DKI Jakarta mengevaluasi kebijakan ganjil-genap. Dia berharap kerumunan di transportasi umum di DKI bisa berkurang.

"Kami juga sudah berbicara kepada pemerintah DKI Jakarta untuk melakukan evaluasi tentang menggunakan transportasi ganjil-genap," ujar Doni.

"Ini jadi permintaan kami ke pemerintah DKI, lakukan evaluasi sehingga upaya kita untuk mengurangi kerumunan ini bisa terlaksana," sambungnya.

Sebelumnya, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan aturan ganjil-genap kendaraan di DKI Jakarta berdampak meningkatnya aktivitas transportasi dan mobilitas warga. Wiku menyebut perlu adanya evaluasi untuk memastikan apakah penerapan ganjil-genap memiliki kontribusi dalam penularan kasus.

"Kami lihat bahwa dengan adanya ganjil-genap terlihat ada peningkatan transportasi, mobilitas penduduk. Dan ini tentunya menjadi salah satu faktor yang perlu dilihat, apakah memiliki kontribusi dalam tingkat penularan dan bagaimana selanjutnya untuk bisa dikendalikan," kata Wiku dalam konferensi pers secara daring yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (31/8).

Simak video 'Dear Pak Anies, Ini Dampak Jika Motor Kena Ganjil Genap':

[Gambas:Video 20detik]



(azr/elz)