Round-Up

Kala Para Menteri Susun Strategi Respons Al-Qur'an Dibakar di Luar Negeri

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 07:31 WIB
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang suka menggunakan media sosial diimbau lebih hati-hati jangan sampai terpapar paham radikalisme. Tidak hanya akan diperiksa dan diberi sanksi, yang bersangkutan juga akan berhadapan dengan pihak berwenang sesuai hukum yang berlaku.
Menag Fachrul Razi (Andhika Dwi/detikcom)
Jakarta -

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi akan berkoordinasi ke Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi guna merespons persoalan kitab suci Al-Qur'an yang dibakar di Norwegia dan Swedia. Pihak pemerintah Indonesia pun akan menyusun rencana untuk merespons peristiwa itu agar tak menimbulkan gejolak di dalam negeri.

"Nanti saya akan koordinasi dengan Menlu," kata Fachrul di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Peristiwa kitab suci Al-Qur'an yang dibakar dan diludahi dalam demonstrasi anti-Islam terjadi di Norwegia dan Swedia. Peristiwa itu terjadi berdekatan pada Sabtu (29/8) waktu setempat dan sempat menimbulkan kecaman dari masyarakat dan ormas di Indonesia.

Organisasi muslim NU, MUI, hingga Muhammadiyah pun mengutuk keras tindakan tersebut. Sejumlah politikus PPP hingga PKS juga turut berbicara bahwa kondisi keberagaman di Eropa tidak sebaik yang ada di Indonesia.

Pemerintah pun, melalui Menteri Agama Fachrul Razi, turut merespons persoalan tersebut. Fachrul mengaku tidak ingin muncul gejolak dari dalam Indonesia.

"Akan kita tanggapi, tapi dengan hati-hati. Jangan sampai menimbulkan gejolak dalam negeri," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2