Menag Koordinasi dengan Menlu soal Penistaan Al-Qur'an di Norwegia-Swedia

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 13:44 WIB
Menag Fachrul Razi hadiri rapat bersama Komisi VIII DPR. Sejumlah hal dibahas di rapat itu, salah satunya soal upaya pencegahan virus corona untuk jemaah haji.
Menag Fachrul Razi (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Kitab suci Al-Qur'an dibakar dan diludahi dalam demonstrasi anti-Islam di Norwegia dan Swedia. Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi akan berkoordinasi ke Menteri Luar Negeri (Menlu) terkait desakan agar dirinya merespons kejadian itu.

"Nanti saya akan koordinasi dengan Menlu," kata Fachrul di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Fachrul menegaskan akan merespons peristiwa pembakaran Al-Quran dengan hati-hati. Ia tidak ingin muncul gejolak di dalam negeri.

"Akan kita tanggapi, tapi dengan hati-hati. Jangan sampai menimbulkan gejolak dalam negeri," tuturnya.

Sebelumnya, Komisi VIII DPR geram atas kejadian penodaan kitab suci Al-Qur'an saat demonstrasi di Norwegia dan Swedia. Kejadian itu dinyatakan tidak bisa ditoleransi.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto dalam rapat kerja bersama Menteri Agama Fachrul Razi di ruang rapat Pansus B MPR/DPR RI pada Rabu (2/9/2020). Yandri mengutuk keras peristiwa itu.

"Kami selaku Komisi VIII ingin menyampaikan, Pak, beberapa hari lalu ada demonstrasi di Norwegia dan Swedia tentang pembakaran kitab suci Al-Qur'an. Tentu kami mengutuk keras dan itu tidak bisa kita toleransi," kata Yandri.

"Oleh karena itu, kita harus menjaga kondisi yang stabil dalam negara kita ini supaya tidak ada efek yang bisa membuat kontraksi sosial menjadi berlebihan. Karena itu, kita minta mungkin Pak Menteri bisa komunikasi ke Dubes Swedia dan Norwegia. Kalaupun nanti ada respons dari umat Islam di Indonesia saya kira tidak ada salahnya duta besar Norwegia dan Swedia minta maaf ke umat Islam," imbuhnya.

(hel/tor)