Tak Bermasker, Warga Jaktim Pilih Sanksi Tiduran di Replika Peti Mati

ADVERTISEMENT

Tak Bermasker, Warga Jaktim Pilih Sanksi Tiduran di Replika Peti Mati

Indra Komara - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 22:14 WIB
Pelanggar protokol COVID-19 pilih sanksi tidur di replika peti mati.
Pelanggar protokol COVID-19 memilih sanksi tidur di replika peti mati. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Sejumlah warga di DKI Jakarta masih ada yang kedapatan melanggar protokol kesehatan, salah satunya tidak memakai masker. Alhasil, para pelanggar ini dikenai sanksi, dari denda hingga kerja sosial.

Namun, di kawasan RT 11 RW 11 Kelurahan, Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur, ada sanksi 'dadakan' yang diberikan kepada pelanggar protokol COVID-19. Sebab, ada antrean ketika pelanggar hendak diberi sanksi kerja sosial.

"Awalnya pelanggar banyak yang kena razia masker, tapi karena antre lama kerja sosial (kerja sosial 60 menit), lama nunggu giliran," kata Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian kepada wartawan, Rabu (2/9/2020).

Budhy mengatakan, saat ada antrean itu, tiba-tiba salah satu anggota petugas berinisiatif menawarkan sanksi lain. Pelanggar diberi pilihan untuk dikenai sanksi denda, kerja sosial, atau tidur di replika peti mati.

"Ada salah satu petugas (belum tau inisiatif awal dari siapa) menawarkan ke pelanggar mau denda, kerja sosial atau tiduran di replika peti mati. Lanjut si pelanggar memilih tiduran di peti mati sambil berhitung 1-100," jelas dia.

Dalam video yang diterima, pelanggar yang tak pakai masker ini tidur di replika peti mati sambil memejamkan mata. Sejumlah petugas terlihat mengelilingi pelanggar yang dihukum tiduran di dalam replika peti mati.

Warga yang tidur di replika peti mati itu lantas diingatkan akan bahaya COVID-19. Budhy menekankan sanksi ini agar warga sadar akan ancaman Corona.

"Harapannya demikian (sadar)," kata Budhy.

(idn/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT