Gara-gara Isu Formalin, Ratusan Nelayan Padang Tak Melaut
Senin, 09 Jan 2006 17:47 WIB
Padang - Maraknya pemberitaan mengenai penggunaan formalin pada sejumlah bahan pangan, membuat ikan hasil tangkapan nelayan di kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) tidak laku dijual. Alhasil, selain terpaksa melego murah ikan hasil tangkapannya, ratusan nelayan kini enggan kembali melaut.Berdasarkan pantauan detikcom di Pelabuhan Muaro Padang, Senin (9/1/2006), terlihat sekitar 400 kapal hanya dibiarkan sandar dengan beberapa nelayan duduk-duduk di atasnya. Sejumlah nelayan mengaku enggan melaut karena jatuhnya harga ikan sehingga membuat mereka rugi."Saya sudah dua hari sandar di sini. Dalam kapal saya masih tersimpan sekitar 1,5 ton ikan hasil tangkapan. Dalam kondisi normal, ikan tersebut seharusnya terjual dengan harga sekitar Rp 15 juta. Namun, karena isu formalin ikan itu paling banyak hanya laku dijual sekitar Rp 6,5 juta," ujar salah seorang nelayan, Muhammad Yatim. Dikatakan Yatim, pihaknya berharap agar isu formalin segera reda sehingga mereka dapat kembali melanjutkan usaha. "Setahu saya, nelayan di sini hanya menggunakan es balok untuk mengawetkan ikan. Untuk mengawetkan setengah ton ikan, kami menghabiskan 15 batang es balok. Jadi, masyarakat jangan cemas memakan ikan hasil tangkapan kami karena memang tidak pakai formalin," demikian Muhammad Yatim.
(nrl/)











































