Showroom Mobil Hadji Kalla di Makassar Rusak Usai Dilempari Batu OTK

Reinhard Soplantila - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 18:20 WIB
Polisi melakukan olah TKP di Showroom Hadji Kalla Makassar yang dirusak OTK
Polisi melakukan olah TKP di showroom Hadji Kalla Makassar yang dirusak OTK (Foto: dok. Istimewa)
Makassar -

Sebuah showroom mobil Hadji Kalla di Jalan Urip Sumohardjo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), rusak setelah dilempari batu oleh orang tidak dikenal (OTK). Akibat pelemparan tersebut, dinding kaca di area showroom mobil itu pecah.

"Pada hari ini kami dari Unit Reskrim Polsek Panakkukang menerima informasi laporan dari masyarakat, kemudian kami menindaklanjuti dengan mendatangi TKP. Pada saat kami tiba di TKP, di salah satu showroom di Jalan Urip Sumorhadjo, Kota Makassar, kami temukan terjadi perusakan dengan cara melakukan pelemparan dan mengenai dinding kaca showroom tersebut," kata Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Iqbal Usman, Rabu (2/9/2020).

Berdasarkan laporan dari karyawan showroom mobil, pelemparan ini terjadi pada Selasa (1/9) pukul 21.16 Wita. Menurutnya, saat pelaku melakukan aksinya, showroom telah tutup dan tidak ada aktivitas di dalamnya.

Pascakejadian ini, polisi dari Polsek Panakkukang dan Polrestabes Makassar langsung bergerak melakukan olah tempat kejadian perkara (olah TKP). Menurutnya, polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa batu, pecahan kaca, dan CCTV saat kejadian.

"Langkah-langkah yang kami lakukan bersama tim Inafis Satreskrim Polrestabes Makassar, kami telah melakukan olah TKP dan hasilnya kami berhasil mengamankan barang bukti berupa batu diduga alat yang digunakan menggunakan pelemparan, pecahan kaca, dan rekaman CCTV di sekitar TKP sudah kami berhasil amankan," ucap Iqbal.

Sementara itu, kata dia, pelaku pelemparan batu ke showroom mobil ini telah diidentifikasi. Menurut Iqbal, pelaku merupakan seorang pria yang kini tengah dalam pengejaran polisi.

"Diduga pelaku laki-laki. Dari hasil rekaman CCTV dan keterangan saksi, kami sudah identifikasi dan sekarang dalam proses penyelidikan anggota kami," pungkasnya.

(fas/fas)