KSP: Buzzer Swasta Kerja Sendiri, Agitasi Politik ke Penguasa Atau Oposisi

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 15:29 WIB
Tenaga Ahli Utama KSP Donny Gahral Adian
Tenaga Ahli KSP Donny Gahral Adian (Foto: dok. ist)
Jakarta -

Kantor Staf Presiden (KSP) mengungkapkan ada jenis buzzer partikelir atau buzzer swasta. KSP menyebut buzzer swasta memiliki kecenderungan politik ke pihak pemerintah atau oposisi.

"Saya misalnya sebagai juru bicara, saya tidak menanggapi, menjawab setiap kali tudingan terhadap pemerintah karena memang saya digaji untuk itu, tapi memang ada buzzer-buzzer swasta, partikelir, yang bekerja sendiri. Agitasi politiknya bisa ke penguasa, bisa ke oposisi dan dinamikanya sangat tinggi, karena buzzer-buzzer yang selama ini membela pemerintah pun tidak selamanya begitu. Sementara kalau juru bicara juru bicara itu merespon ya karena memang dia ada di pemerintahan," ujar Tenaga Ahli KSP Donny Gahral Adian dalam 'Forum Diskusi Salemba' yang ditayangkan YouTube ILUNI UI, Rabu (2/9/2020).

Donny mengatakan, ciri-ciri buzzer adalah orang atau sekelompok yang memberikan pembelaan secara subjektif. Buzzer ini, kata Donny, ada yang bekerja dengan digaji dan ada juga yang secara inisiatif pribadi.

"Demokrasi pasti ada penguasa dan oposisi, masing-masing ada buzzernya, setiap kali ada yang membela pasti ada yang menanggapi, setiap kali ada yang menyerang pasti ada yang membela, dan pembela ini tentu saja ada yang digaji, ada yang inisiatif sendiri," kata Donny.

Donny menambahkan bahwa pemerintah tidak bisa membubarkan buzzer dan tidak mengorganisir buzzer. Donny menjelaskan yang digunakan pemerintah adalah influencer untuk menyampaikan pesan positif pemerintah.

"Sekali lagi, tidak pernah pemerintah mengorganisir (buzzer). Pemerintah gunakan influencer iya, tapi untuk tujuan positif, untuk amplifikasi agar kebijakan diketahui rakyat karena influencer punya follower banyak, amplifikator dari pesan-pesan pemerintah yang positif," kata Donny.

(yld/dkp)