KSP: Pemerintah Tak Organisir Buzzer, tapi Pakai Influencer untuk Hal Positif

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 14:25 WIB
Donny Gahral.
Tenaga Ahli KSP Donny Gahral Adian. (Foto: Dok. Pribadi)
Jakarta -

Kantor Staf Presiden (KSP) menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah mengorganisasi buzzer. KSP menjelaskan yang digunakan pemerintah adalah influencer untuk menyampaikan pesan positif pemerintah.

"Sekali lagi, tidak pernah pemerintah mengorganisir (buzzer). Pemerintah gunakan influencer iya, tapi untuk tujuan positif, untuk amplifikasi agar kebijakan diketahui rakyat karena influencer punya follower banyak, amplifikator dari pesan-pesan pemerintah yang positif," kata Tenaga Ahli KSP Donny Gahral Adian dalam 'Forum Diskusi Salemba' yang ditayangkan YouTube ILUNI UI, Rabu (2/9/2020).

Donny pun menjelaskan adanya fenomena buzzer yang membela dan mengkritik pemerintah. Untuk buzzer pembela pemerintah yang bertindak sewenang-wenang, Donny mempersilakan masyarakat melapor ke penegak hukum.

"Saya katakan bahwa komitmen pemerintah tidak berubah. Bila ada buzzer bela pemerintah, tapi caranya melanggar hukum, ya silakan saja adukan proses secara hukum. Ketika saya ditanya apa pemerintah bisa bubarkan buzzer, mana mungkin karena itu bukan organik dari pemerintah," kata Donny.

Donny mengatakan buzzer yang ada selama ini bekerja secara terang-terangan dan sembunyi-sembunyi. Namun Donny menyebut bahwa pemerintah tidak bisa membubarkan buzzer.

"Artinya aktornya multiplikasi. Kekuasaan di mana-mana, ada yang terang-benderang, ada yang sembunyi. Kalau oposisi resmi itu di parlemen, parpol, tapi ada swasta juga. Ada yang terang-benderang, ada yang sembunyi. (Buzzer) pemerintah juga ada yang terang-benderang, ada yang tersembunyi," ujar Donny.

(dkp/fjp)