Cerita Warga soal Ledakan Tabung Gas Balon di Depok: Suaranya Kayak Bom

Jehan Nurhakim - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 14:26 WIB
Lokasi ledakan tabung gas balon di Depok. (Foto: Jehan/detikcom)
Lokasi ledakan tabung gas balon di Depok. (Jehan/detikcom)
Depok -

Sebuah tabung gas balon meledak di Pancoranmas, Depok, Jawa Barat, hingga menewaskan 1 orang. Menurut seorang warga sekitar, Toni Sugiarto, suara ledakan yang terdengar layaknya sebuah bom.

"Bukan kedengaran lagi, ibaratnya (suaranya) kayak bom meledak," kata Toni saat ditemui di lokasi, Depok, Jawa Barat, Rabu (2/9/2020).

Toni mengaku tengah berada di rumahnya saat tabung gas balon tersebut meledak. Rumahnya berada tak jauh dari lokasi ledakan.

"Ada 200 meter," katanya.

Toni tak tahu pasti penyebab tabung gas balon tersebut meledak. "Penyebabnya kalau yang saya tahu, nggak boleh terkena panas. Kalau dia udah panas itu kan disiram selalu main air. Mungkin karena lupa atau gimana. Akhirnya terjadi ledakan," tutur Toni.

Lokasi ledakan tabung gas balon di Depok. (Foto: Jehan/detikcom)Lokasi ledakan tabung gas balon di Depok. (Jehan/detikcom)

Sementara itu, Ketua RW 05, Sadeli, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Dia langsung menuju lokasi saat mendengar terjadinya ledakan.

"(Korban) udah pada terkapar. Sini (pohon pisang) Hendra, sana (Dimas di dekat tebing), Deni tengah (dekat meja tabung gas)," tutur Sadeli sambil menunjukkan lokasi ketiga korban terkapar.

Sebelumnya, sebuah tabung gas untuk balon meledak di Pancoranmas, Depok, Jawa Barat. Akibatnya, 1 orang meninggal.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (1/9) pukul 20.45 di Kampung Kekupu, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok. Kala itu korban Yama Hendra (30), Dimas (31), dan Deni (34) tengah mengisi tabung gas pembuatan balon.

"Saudara Yama Hendra, Dimas, dan Deni sedang melakukan pengisian tabung gas dengan campuran karbit dan aluminium foil untuk mendapatkan gas hidrogen guna pengisian gas pembuatan balon," kata Kasat Reskrim Polres Depok Kompol Wadi Saabani dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (2/9).

Wadi mengatakan, saat melakukan pengisian gas pembuatan balon tersebut, para korban tidak melakukan penyiraman menggunakan air sehingga membuat tabung gas menjadi panas dan meledak.

(mae/mae)