Penyakit Hantui Pengungsi Banjir Jember & Longsor Banjarnegara
Senin, 09 Jan 2006 16:43 WIB
Jakarta -
Bak jatuh tertimpa tangga. Itulah nasib yang dialami pengungsi banjir bandang di Jember, Jatim dan tanah longsor di Banjarnegara, Jateng.Setelah rumahnya hancur ditelan air bah , kini berbagai penyakit mengancam kesehatan pengungsi di Jember.Data dari Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan pada 8 Januari 2006 pukul 22.00 WIB menunjukkan, ada sebanyak 11.088 orang pengungsi yang tersebar di 6 titik pengungsian.Buruknya kondisi pengungsian pascabencana mengakibatkan munculnya sejumlah penyakit yang mengancam kesehatan pengungsi. Beberapa penyakit yang muncul adalah 1.059 kasus infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), 838 kasus myalgia, 357 kasus typus, 273 kasus penyakit kulit, dan 215 kasus diare.Menkes Siti Fadilah Supari menegaskan pihaknya telah melakukan tindakan antisipasi guna mencegah merebaknya penyakit."Kami melakukan surveilans intensif terhadap timbulnya penyakit yang menunjukkan peningkatan," kata Menkes kepada detikcom di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/1/2006).Longsor BanjarnegaraBahaya penyakit serupa juga membayangi pengungsi tanah longsor di Banjarnegera, Jawa Tengah. Selain muntaber dan kolera, pengungsi juga terancam penyakit campak."Tetapi kita sudah melakukan imunisasi campak untuk mereka," ujar Menkes.Staf Humas Depkes Sumardi menambahkan, Dinkes Banjarnegara juga memberikan kapsul vitamin A untuk 202 balita di lokasi pengungsian guna mendukung kondisi kesehatan 458 pengungsi longsor Banjarnegara.Dinkes juga bekerjasama dengan Balai Teknis Kesehatan Lingkungan (BTKL) Yogyakarta melakukan desinfektan di lokasi pemulasaran jenazah dan lokasi pemakaman di Desa Sijeruk."Mereka juga melakukan klorinasi bak penampungan air pada 6 lokasi di Desa Sijeruk. Ini untuk mencegah penyakit dan airnya bisa digunakan oleh pengungsi," tutur Sumardi.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































