Ketua MPR Apresiasi Pengusaha Hotel di Bali yang Tak PHK Karyawan

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 10:46 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi langkah para pengusaha hotel di Bali yang bertahan di tengah pandemi COVID-19 tanpa melakukan pemutusan hubungan kerja kepada para karyawannya.

Sejak April 2020, para pengusaha hotel tidak menerima pemasukan akibat penutupan akses Bali untuk turis asing dan domestik. Namun, para pengusaha hotel masih tetap memberikan gaji kepada karyawannya sekalipun mengalami penyesuaian.

"Semoga dengan mulai dibukanya Bali untuk turis domestik mulai 31 Juli 2020, pariwisata bisa segera berangsur pulih. Terpenting, pihak hotel dan pemerintah daerah bergotong royong menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga pariwisata bisa menjadi pendorong ekonomi. Bukan menambah klaster penyebaran COVID-19," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (2/9/2020).

Hal tersebut ia sampaikan saat bertemu dengan General Manager Hotel Ayodya Resort Nusa Dua Martin Aeschlimann di Acara Motor Besar Indonesia (MBI) Ride to Java - Bali 2020 di Nusa Dua Bali, Senin (31/8/2020).

Bamsoet mengungkapkan hotel dan pemerintah provinsi (Pemprov) Bali sudah sangat ketat memberlakukan protokol kesehatan dan harus melalui uji verifikasi oleh tim uji klinis dari Pemprov. Setiap hotel harus menyiapkan hand sanitizer di setiap sudut ruangan, tamu yang datang disediakan masker, bahkan kamar hotel dibersihkan dengan disinfektan. Hotel juga harus menyiapkan ruang isolasi dan tim medis, untuk mengantisipasi jika terdapat tamu yang memiliki suhu tubuh di atas 37,5 derajat maupun gejala COVID-19 lainnya.

"Turis yang datang juga harus sadar diri menerapkan protokol kesehatan. Jangan sampai pemerintah dan hotel sudah bekerja keras, malah tamunya yang abai. Sambil menunggu kesiapan vaksin, kita tak boleh menyerah begitu saja kepada COVID-19, gotong royong seluruh elemen bangsa diperlukan. Protokol kesehatan menjadi kunci, agar ekonomi bisa segera dipulihkan tanpa menambah penyebaran COVID-19," ungkapnya.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini juga menambahkan walaupun Bali sudah mulai dibuka untuk turis domestik sejak 31 Juli 2020, tak otomatis membuat okupansi hotel naik. Terlihat banyak hotel di Bali yang masih tutup. Meskipun buka, hanya sedikit kamar yang bisa terisi. Padahal, pengelola hotel telah menawarkan diskon besar agar masyarakat tertarik untuk staycation dan liburan.

"Karenanya, kehadiran MBI Ride to Java 2020 dengan ratusan peserta seperti ini sangat membantu okupansi hotel. Serta membantu roda ekonomi masyarakat karena aktivitas belanja yang dilakukan para peserta touring," pungkasnya.

(akn/ega)