3 Fakta Terbaru Kasus Pinangki di Pusaran Djoko Tjandra

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 06:43 WIB
Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra berjalan seusai menjalani pemeriksaan, di gedung Bundar Kompleks Gedung Kejakasaan Agung, Jakarta, Senin (31/8/2020). Djoko Tjandra diperiksa sebagai tersangka dalam kasus suap kepada oknum Jaksa Pinangki terkait kepengurusan permohonan peninjauan kembali (PK) dan pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA).ANTARA FOTO/ Adam Bariq/wpa/hp.
Djoko Tjandra. (Foto: ANTARA FOTO/ADAM BARIQ)
Jakarta -

Selama 7 jam, Djoko Tjandra diperiksa penyidik Kejaksaan Agung RI (Kejagung) terkait kasus suap jaksa Pinangki Sirna Malasari. Djoko Tjandra buka 'kartu' Pinangki.

Djoko Tjandra yang mengenakan rompi tahanan Kejagung warna pink menjalani pemeriksaan pada Senin (31/8/2020) mulai pukul 11.25 WIB hingga pukul 18.37 WIB.

Pria yang sempat buron 11 tahun itu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemberian suap ke jaksa Pinangki. Djoko Tjandra dijerat dengan sangkaan Pasal 5 ayat 1 huruf a dan Pasal 5 ayat 1 huruf b dan Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pemberian suap diduga berkaitan dengan permohonan peninjauan kembali (PK) dan pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA).

Setelah keluar, pria yang kerap disapa Joker itu langsung berjalan menuju mobil dan bungkam. Lewat kuasa hukumnya, Djoko Tjandra memberikan sejumlah pernyataan.

Tidak Ada Oknum Kejagung Komunikasi dengan Djoko Tjandra di Malaysia

Djoko Tjandra menepis pernyataan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) yang mengungkap ada satu oknum pejabat tinggi di lingkungan Kejagung yang berkomunikasi dengan Djoko Tjandra ketika masih menjadi buron di Malaysia.

"Nggak ada, nggak ada yang telepon tuh," kata Pengacara Djoko Tjandra, Krisna Murti kepada wartawan di Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Jl. Hasanuddin, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2020).

Ketika ditanya mengenai siapa oknum pejabat yang dimaksud MAKI, Krisna tak menjawabnya. Ia kembali menegaskan hal ini tidak pernah terjadi. "Nggak ada, nggak ada," tegasnya.

Kabar adanya seorang pejabat tinggi di lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang berkomunikasi dengan buron 11 tahun ini pertama kali diungkap Koordinator MAKI Boyamin Saiman. Ia pun melaporkan hal ini ke Komisi Kejaksaan (Komjak).

"Berkaitan dengan ada dugaan pejabat tinggi di Kejaksaan Agung menghubungi Djoko Tjandra setelah tanggal 29 Juni 2020, artinya setelah Jaksa Agung melakukan pembongkaran Djoko Tjandra sudah masuk Indonesia itu tampaknya masih ada pejabat Kejaksaan Agung, pejabat tinggi melakukan komunikasi dengan Djoko Tjandra melalui telepon dari Jakarta ke Kuala Lumpur. Nah ini saya laporkan," ujar Boyamin Saiman selaku Koordinator dari Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) pada Selasa, 11 Agustus 2020.

Simak video 'Pengacara: Djoko Tjandra Beri Uang ke Teman Dekat Pinangki Lewat Ipar':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2