Tingkat Keterpakaian Tempat Tidur di RS Tak Ideal, Ini Langkah Pemerintah

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 18:00 WIB
Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito (YouTube Setpres)
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito (YouTube Setpres)
Jakarta -

Jubir Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan saat ini terjadi peningkatan jumlah penggunaan tempat tidur pasien COVID-19 di rumah sakit rujukan. Peningkatan ini khususnya terjadi di DKI Jakarta.

"Kondisi terkini memang terjadi eskalasi jumlah penggunaan tempat tidur yang ada di beberapa rumah sakit khususnya di DKI Jakarta," ujar Wiku dalam konferensi pers daring yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/9/2020).

Wiku mengatakan, berdasarkan catatan pada 28 Agustus 2020, keterpakaian tempat tidur di ruang isolasi mencapai 69%. Sedangkan keterpakaian tempat tidur pada ruang ICU mencapai 77%.

"Tercatat pada tanggal 28 Agustus persentase keterpakaian tempat tidur isolasi itu mencapai 69%, sedangkan persentase keterpakaian tempat tidur ICU dari 67 rumah sakit rujukan pada tanggal 28 Agustus adalah 77%," kata Wiku.

Wiku menyebut pihaknya tengah berupaya agar jumlah tersebut berada di bawah 60%. Salah satunya dengan memindahkan pasien dengan kasus ringan dan isolasi mandiri terpusat ke Wisma Atlet.

"Ini kita sedang dorong agar bisa turun di bawah 60%, dengan cara kasus-kasus yang sedang dan ringan dipindahkan ke rumah sakit Wisma Atlet," tuturnya.

"Demikian pula untuk yang positif dengan gejala ringan, dirawat di rumah sakit Wisma Atlet dan untuk isolasi mandiri yang terpusat juga ditempatkan di rumah sakit Wisma Atlet, apabila tidak ada tempat isolasi mandiri untuk masyarakat," sambungnya.

Maka, dengan dipindahkannya pasien tersebut, diharapkan tempat tidur di ruang ICU dan isolasi dapat digunakan untuk pasien lain.

"Dengan demikian, jumlah yang tempat tidur untuk ICU dan ruang isolasi, dapat dimanfaatkan untuk pasien-pasien COVID lainnya," pungkasnya.

(dwia/knv)