Wakil Rakyat F-PDIP Apresiasi Kejagung Bongkar BMW Mewah Jaksa Pinangki

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 14:43 WIB
Mobil BMW tipe SUV X5 milik Jaksa Pinangki Sirna Malasari disita Kejaksaan Agung (Kejagung).
Anggota Komisi III DPR F-PDIP Arteria Dahlan. (Rahel Narda/detikcom)
Jakarta -

Mobil BMW tipe SUV X5 milik Jaksa Pinangki Sirna Malasari disita Kejaksaan Agung (Kejagung). Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan mengapresiasi tindakan penyelidikan yang dilakukan.

"Jadi kita hormati apresiasi penanganan yang sedang dilakukan oleh teman-teman Kejaksaan ataupun Kepolisian RI. Ini kan ada checks dan balances, polisinya jalan jaksanya juga jalan," kata Arteria di gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2020).

Arteria mengatakan penyitaan mobil mewah tersebut dilakukan guna proses penyidikan. Dia juga tak ingin memberikan tafsir terkait adanya potensi pencucian uang di kasus tersebut.

"Terkait dengan giat-giat strategi penyidikan termasuk adanya upaya-upaya paksa terkait penyitaan ya kita serahkan kepada penyidik. Ini tidak bisa memberikan tafsir bahwa memang ibu Pinangki-nya korupsi, tapi yang namanya penyitaan itu untuk kepentingan penyidikan," ujarnya.

Menurutnya, penyitaan mobil itu dapat memberikan penguatan bukti terkait kasus yang sedang didalami. Arteria menegaskan proses itu tidak bisa dijadikan bentuk penafsiran terkait adanya dugaan korupsi.

"Artinya apa, itu ada kaitan untuk memberikan penguatan dalam konteks alat bukti beban-beban pada saat penyidikan maupun juga... apa... inilah intinya untuk kepentingan penyidikan. Jadi nggak bisa dijadikan tafsir dia korupsi atau tidak," imbuhnya.

Sebelumnya, jaksa membuka kemungkinan menjerat Jaksa Pinangki Sirna Malasari dengan pasal pencucian uang. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Hari Setiyono pada Kamis, 27 Agustus, lalu mengatakan penyidikan terhadap Pinangki bisa berkembang ke mana-mana.

"Penyidik masih menelusuri, kalau nanti ada bukti permulaan yang cukup, bahwa hasil kejahatannya digunakan untuk melakukan pembelian terhadap barang ataupun apa pun, maka akan ada pasal yang terkait dengan itu adalah dugaannya pencucian uang, tetapi penyidik masih bergerak," kata Hari saat itu.

Kemudian, Kejagung pun jaksa menyita satu unit mobil BMW tipe SUV X5 yang disebut milik Pinangki. Mobil dengan pelat nomor F-214 itu tampak terparkir di halaman gedung bundar yang merupakan markas dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

"Iya (mobil Pinangki disita), dari hari Minggu kemarin sudah geledah ada 5 titik digeledah," ujar Febrie Ardiansyah selaku Direktur Penyidikan pada Jampidsus pada Senin, 31 Agustus, malam.

Terlepas dari itu, menilik dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Pinangki tercatat tidak melaporkan mobil pabrikan Jerman itu. Dilihat detikcom, Selasa (1/9), Pinangki terakhir kali menyetorkan LHKPN pada 31 Maret 2019 dengan jabatan Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II.

(hel/tor)