PAN Sulsel: Amien Rais Kubur Sejarah Sendiri Jika Bikin PAN Reformasi

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 12:59 WIB
Amien Rais hadiri Rakernas PAN, Sabtu (7/12/2019).
Amien Rais (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Makassar -

DPW PAN Sulawesi Selatan (Sulsel) menegaskan wacana PAN Reformasi yang digagas loyalis Amien Rais tidak berkembang di Sulsel. Wakil Ketua DPW PAN Sulsel menegaskan seluruh kadernya masih solid mendukung PAN di bawah pimpinan Ketum Zulkifli Hasan.

"Sejauh ini kita di Sulsel kita tidak ada arah-arah ke sana (dilobi gabung PAN Reformasi, red). Di Sulsel wacana itu tidak berkembang, kita solid, apalagi kita sudah Muswil kemarin tetap memilih Pak Ashabul Kahfi. Yang kedua, kita tetap agenda perjuangan PAN," ujar Wakil Ketua DPW PAN Sulsel Irfan AB kepada detikcom, Selasa (1/9/2020).

Irfan menyebut Amien Rais sama saja mengubur sejarah sendiri di PAN dengan membentuk PAN Reformasi. Dia berharap wacana PAN Reformasi tidak dilanjutkan.

"Karena biar bagaimana pun PAN sekarang ini itu lahir dari rahim reformasi, dan saya kira salah satu deklarator dan pendirinya adalah Pak Amien Rais. Jadi kalau Pak Amien melakukan itu, artinya Pak Amien mengubur sejarahnya sendiri," katanya.

Lebih lanjut Irfan menyebut Amien saat ini sudah mendapat ruang yang luas di PAN untuk terus melakukan perjuangannya. "Saya minta kearifan Pak Amien untuk tidak melanjutkan wacana ini," tuturnya.

"Tapi kalaupun Pak Amien tetap mau melanjutkan, kita juga tidak bisa melarang terlalu jauh karena saya kira ini hak politik warga negara Indonesia," lanjutnya.

PAN kini berada di ambang pecah kongsi setelah Amien Rais mewacanakan PAN Reformasi dan pembentukannya kian tergaungkan. Namun, rencana pembentukan partai yang sedang digodok Amien Rais itu juga lantang ditentang.

Serangan dilancarkan putra Amien Rais, Mumtaz Rais. Mumtaz menyebut PAN Reformasi sebagai kelompok pengangguran yang berhalusinasi ingin menjadi partai. Dia lalu mengejek PAN Reformasi sebagai PAN Halusinasi.

"Mereka (anggota Dewan dan kepala daerah PAN) semua sibuk bekerja, bukan seperti para pengangguran itu yang luntang-lantung berhalusinasi mau bikin partai," kata Mumtaz kepada wartawan, Senin (31/8).

(nvl/tor)