Nadiem Curhat Selalu Salah, Komisi X DPR: Ada Dilema

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 07:22 WIB
Hetifah Sjaifudian Golkar
Hetifah Sjaifudian (Foto: Dok. Pribadi)
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menanggapi pernyataan Mendikbud Nadiem Makariem soal kebijakan 'selalu salah' terkait tutup dan buka sekolah di masa pandemi Corona (COVID-19). Hetifah menilai curhat Nadiem itu menunjukkan sikap Nadiem yang selalu dilema saat membuat kebijakan.

"Menunjukkan bahwa dalam pembuatan kebijakan selalu ada dilema," kata Hetifah saat dihubungi, Senin (31/8/2020).

Hetifah kemudian mengungkapkan kesenjangan belajar (learning gap) di RI sangat mengkhawatirkan. Kesenjangan ini semakin menimbulkan masalah saat pembelajaran jarak jauh.

"Sebelum COVID pun, learning gap di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Dari hasil PISA 2018 kemarin, Indonesia menempati peringkat 10 terbawah untuk semua kategori. Ini berarti anak-anak Indonesia memiliki kemampuan lebih rendah daripada anak-anak seusianya di mayoritas negara lain," kata Hetifah.

"Dengan adanya pandemi, pembelajaran menjadi lebih terbatas lagi. Belum lagi ada kesenjangan antara mereka yang memiliki akses internet dan yang tidak. Learning loss beberapa bulan ke belakang ini, jika tidak dimitigasi dapat menjadi permanen, dan ke depannya dapat memperlebar kesenjangan antar kelas sosial dan ekonomi," sambungnya.

Dengan demikian, Hetifah meminta Kemendikbud memetakan tingkat kemampuan siswa. Menurutnya, kemampuan tiap siswa tidaklah sama.

"Yang pasti kita harus petakan, kita tidak akan tahu datanya kalau tidak ada asesmen. Mungkin ini saatnya Kemendikbud menyelenggarakan asesmen kompetensi yang telah dirancang dahulu sebelum COVID, tentu dengan jarak jauh dan mungkin mengambil sampel saja dahulu. Setelah dipetakan, buat rencana strategisnya, misalnya mengelompokkan siswa sesuai dengan tingkat kemampuan, karena tingkat learning loss-nya juga berbeda-beda antar-siswa," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2