Nadiem Bicara Risiko Menyeramkan PJJ dan Kebijakan 'Selalu Salah'

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 08:03 WIB
Pemerintah berencana menghimpun anak-anak Indonesia ke dalam satu wadah. Wadah itu bernama Manajemen Talenta Nasional (MTN).
Mendikbud Nadiem Makarim (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim merasa berada dalam posisi sulit karena selalu disalahkan soal kebijakan pembelajaran di masa pandemi COVID-19. Meski begitu tujuannya jelas, mengembalikan anak-anak sekolah ke pembelajaran tatap muka yang aman.

Mas Menteri menyampaikan gagasan, peringatan, hingga curhatnya di webinar 'Sistem Pendidikan di Tengah Pandemi COVID-19' yang diselenggarakan oleh DPD Taruna Merah Putih Jawa Tengah, Minggu (30/8/2020) malam.

Dalam diksusi ini, hadir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, serta Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih Maruarar Sirait. Hadir pula para guru, orang tua murid, hingga siswa sekolah. Nadiem menjelaskan ide dasarnya, yakni tidak ingin memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang selama ini banyak dilakukan via online.

"PJJ itu situasi yang tidak ideal, bukan hanya di Indonesia tapi bahkan juga di negara maju juga sama. Ini menimbulkan isu psikososial anak-anak, stres orang tua, adaptasi yang terlalu cepat bagi guru untuk format baru, tekanan biaya kuota, keterbatasan TIK (Teknolgi Informasi dan Komunikasi), dan berbagai macam isu lainnya," kata Nadiem.

Bahkan, ada risiko besar yang menghantui anak-anak sekolah generasi pandemi COVID-19 saat ini. Mereka bisa mengalami keterputusan pembelajaran. Dampaknya diprediksi bakal serius tapi baru terasa di masa depan.

"Ada risiko krisis pembelajaran dan lost generation, ini risiko yang cukup menyeramkan," kata Nadiem.

Simak video ''Simalakama' Menteri Nadiem: Buka Sekolah Dikritik, PJJ Juga Dikritik!':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3