Round-Up

Teka-teki Belasan PKL Dirusak Sebelum Mapolsek Ciracas Diacak-acak

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 06:48 WIB
Kondisi gerobak PKL yang dirusak di Kelapa Dua Weta, Jakarta Timur lalu didata oleh TNI AD.
Foto: Gerobak pedagang di Arundina, Cibubur dirusak pada malam penyerangan Polsek Ciracas (Wilda Nufus/detikcom)
Jakarta -

Belasan pedagang kaki lima (PKL) mengaku lapak dan gerobak mereka dirusak sesaat sebelum peristiwa penyerangan Polsek Ciracas terjadi. Para PKL tersebut sehari-hari menjual dagangan mereka di sekitar Arundina, Jalan Lapangan Tembak, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur.

Jumlah perusak, disebut sama banyaknya dengan jumlah penyerang Polsek Ciracas. Hal itu menyisakan pedih di lubuk hati para pedagang. Bagaimana tidak, perusakan ini membuat mereka terpaksa menghentikan aktivitas dagangannya yang menjadi tempat untuk mengais rezeki.

"Kronologi awal itu dini hari kira-kira (Sabtu, 29 Agustus) jam 00.00 WIB lebih, ada sekelompok massa bergerombol. Lantas ya mereka langsung pada jalan sambil sweeping sambil berjalan ke arah barat kayak sweeping," kata Koordinator PKL setempat, Walidi di Jalan Kelapa Dua Wetan, Cibubur, Jakarta Timur, Senin (31/8/2020).

Pantauan detikcom di lokasi, Senin (31/8) pukul 11.30 WIB, gerobak yang rusak itu berjejer di sisi ruas jalan. Masih terlihat pecahan kaca yang tersisa di lokasi. Lampu-lampu penerangan untuk etalase

Penampakan gerobak yang rusak ini terlihat di sepanjang Jalan Kepala Dua. Ada sekitar 15 gerobak yang rusak. Meski dalam kondisi rusak, para pedagang masih terlihat setia berada di dagangannya.

Pedagang kaki lima (PKL) di Arundina, Jalan Raya Kelapa Dua, Jakarta Timur dirusak. Anggota TNI mendatangi lokasi untuk mendata kerusakan. Lokasi PKL jauh dari Polsek Ciracas.Pedagang kaki lima (PKL) di Arundina, Jalan Raya Kelapa Dua, Jakarta Timur dirusak. Anggota TNI mendatangi lokasi untuk mendata kerusakan. Lokasi PKL jauh dari Polsek Ciracas. Foto: Wilda Nufus/detikcom

Selain itu, terlihat anggota TNI berada di lokasi PKL. Anggota TNI berdiskusi dengan pedagang dan menanyakan total kerugian akibat insiden perusakan itu.

Anggota TNI AD tersebut terlihat mendata siapa saja warga yang terdampak akibat insiden ini. Para pedagang pun kemudian melontarkan total biaya yang harus dibayarkan.

Situasi arus lalu lintas di lokasi ramai lancar. Para pedagang sementara menghentikan aktivitas dagangannya karena kondisi gerobak yang tidak memungkinkan.

Walidi menyampaikan ratusan orang perusak itu memakai baju biasa. Mereka datang bergerombol menggunakan sepeda motor dan membawa benda keras seperti kayu dan stik golf.

"Mereka bervariasi, ada yang bawa pentungan, ada yang bawa stik golf, kayu, gitu dan mereka berjalan ke arah barat sepertinya menuju ke Polsek Ciracas," cerita Walidi.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5