Cerita Pemobil yang Diserang Sejumlah Pria di Malam Polsek Ciracas Dirusak

Tim detikcom - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 16:01 WIB
Warga bercerita mobilnya ini ikut dirusak saat Polsek Ciracas diserang (detikcom)
Foto: Warga bercerita mobilnya ini ikut dirusak saat Polsek Ciracas diserang (detikcom)
Jakarta - Warga sipil mulai dari kru media hingga pedagang kaki lima (PKL) di sekitaran Polsek Ciracas, Jakarta Timur, turut menjadi korban penyerangan pada Sabtu dini hari. Seorang warga bercerita tentang mobilnya yang dirusak sejumlah orang tak dikenal.

"Iya dihadang. Mobil depan saya dihadang. Tiga mobil depan saya dihadang. Diblokade dulu, baru diserang. (Mobil saya dipukul) pakai linggis besi panjang pokoknya, benda tumpul, banyak gitu. Saya diancam pakai pistol," ujar seorang warga asal Depok, Rabib (27), saat dihubungi, Senin (31/8/2020).

Kaca depan mobil Rabib bewarna silver ini retak. Kap depan mobilnya penyok. Lalu wiper mobilnya sedikit rusak dan spion sebelah kiri hampir patah. Untuk cover spion sebelah kanan mobil lepas. Sedangkan pada kaca samping mobil, retak dan pecah.

Rabib menjelaskan mobilnya dirusak saat dia dan 2 temannya ingin pulang, Sabtu (29/8) sekitar pukul 01.30 WIB. Ketika di jalan Raya Jakarta-Bogor, tepatnya di sekitaran Pool Mayasari, dia mengatakan mobilnya dihadang sekelompok orang. Rabib pun mengaku tidak mengetahui mengapa dia diserang.

"Belakang saya pas mau mutar balik ada bus morena, saya inget banget, sudah nggak bisa ke mana-mana. Depan saya ada motor 2 orang juga diberhentiin, dihantam sampai jatuh, itu aja paling," lanjutnya.

Dia menambahkan handphone temannya diambil sekelompok orang lalu dirusak. Untuk jumlah orang yang melakukan perusakan ke mobilnya, Rabib mengaku tak mengetahui jumlahnya.

"Kurang tahu (mengapa diserang). Randomlah itu. Saya juga nggak tahu (apa-apa) pada saat itu," ungkapnya.

Pria ini menduga awalnya dia diserang gangster. Setelah mengetahui Polsek Ciracas dirusak, Rabib menduga pelaku yang melakukan perusakan di Polsek Ciracas juga adalah orang yang juga merusak mobilnya.

"Saat Sabtu siang lah (menduga pelaku yang merusak mobilnya adalah orang yang juga merusak Polsek Ciracas). Kalau hari itu (saat kejadian) saya anggapnya gangster aja. Nggak mungkin polisi/TNI bertindak seperti itu kan, cuma orang tidak bertanggung jawab yang melakukan itu," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan TNI sedang menyelidiki kasus perusakan Polsek Ciracas dan Polsek Pasar Rebo, Jakarta Timur. Ia juga meminta masyarakat memberikan informasi sekecil apa pun terkait aksi perusakan ini.

"Saya juga memohon bantuan kepada seluruh warga masyarakat untuk memberikan informasi (terkait aksi perusakan Polsek Ciracas). Selain kami melakukan pemeriksaan secara fisik, secara elektronik, segala macam yang kami bisa lakukan, kami juga ingin bantuan informasi dari masyarakat," ujar Andika saat jumpa pers di Mabes TNI AD, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (30/8).

Ia meminta masyarakat menghubungi ketua tim penyidik Kolonel CPM Yogaswara. Ia turut menunjukkan papan bertuliskan nomor ponsel Yogaswara.

"Kolonel Yogaswara ini adalah ketua tim penyidik lapangan yang juga menjabat sebagai komandan Polisi Militer Kodam Jaya, ini nomor HP-nya. Kami mohon dengan sangat segala informasi yang diketahui oleh warga masyarakat maupun prajurit TNI Angkatan Darat tentang para pelaku. Kami tunggu informasi di nomor HP ini," kata Andika.

Peristiwa penyerangan Polsek Ciracas terjadi pada dini hari, Sabtu (29/8). Sejumlah kendaraan dan bangunan di Polsek Ciracas dirusak hingga dibakar. Selain Polsek Ciracas, Polsek Pasar Rebo diserang.

Dilaporkan ada tiga orang yang terluka dalam penyerangan tersebut, dua di antaranya dirawat di RS.

Belakangan diketahui, perusakan itu diduga disebabkan oknum anggota TNI, Prada Muhammad Ilham. Prada Ilham, yang mengalami kecelakaan tunggal, mengaku dikeroyok sehingga memicu perusakan itu. (gbr/gbr)