Round-Up

Teka-teki Belasan PKL Dirusak Sebelum Mapolsek Ciracas Diacak-acak

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 06:48 WIB
Kondisi gerobak PKL yang dirusak di Kelapa Dua Weta, Jakarta Timur lalu didata oleh TNI AD.
Foto: Gerobak pedagang di Arundina, Cibubur dirusak pada malam penyerangan Polsek Ciracas (Wilda Nufus/detikcom)

Dengan suara sendu, Rudi mengungkapkan dia kebingungan untuk mencari uang. Dia menyebut saat ini hanya menggantungkan hidupnya dengan berjualan di sekitar Kelapa Dua Wetan.

"Saya tidak jualan, saya bingung, saya menggantungkan hidup di jualan, tidak ada uang kalau tidak jualan," katanya.

Rudi berharap kerugiannya bisa diganti. Dia mengaku mengalami kerugian. "Semoga cepet ganti rugi, sudah dua hari, kemarin dagang nggak ada kacanya," ucapnya.

Ditemui terpisah, Patalis (50) pedagang pisang cokelat tak menyangka gerobak tempatnya menaruh asa untuk dihampiri pembeli, dirusak sekelompok orang yang tidak dikenal. Dia menyebut informasi awal ini diterima dari tetangganya yang melihat kejadian itu.

"Ini ada yang kasih tahu kaca pecah depan. Tahu dari tetangga, 'Mas gerobaknya hancur, pecah' kejadiannya malam. Saya tidak tahu sama sekali," tuturnya.

Pedagang kaki lima (PKL) di Arundina, Jalan Raya Kelapa Dua, Jakarta Timur dirusak. Anggota TNI mendatangi lokasi untuk mendata kerusakan. Lokasi PKL jauh dari Polsek Ciracas.Pedagang kaki lima (PKL) di Arundina, Jalan Raya Kelapa Dua, Jakarta Timur dirusak. Anggota TNI mendatangi lokasi untuk mendata kerusakan. Lokasi PKL jauh dari Polsek Ciracas. Foto: Wilda Nufus/detikcom

Dia mengatakan sudah tiga hari tidak berjualan. Patalis mengungkapkan saat ini tinggal di rumah kontrakan dan belum ada pemasukan biaya hidup karena belum berjualan.

"Saya rumahnya masih ngontrak, butuh biaya tidak jualan juga kan. Sudah tiga hari, Sabtu, Minggu, Senin," imbuhnya.

Patalis menyebut untuk kerugian akibat perusakan ini, anggota TNI telah datang menghampiri para pedagang. Ia berharap hal ini tidak terjadi lagi karena dapat merugikan mereka yang tidak bersalah.

"Tadi sudah didata ya kerusakannya, sama TNI itu. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi perusakan ini karena kalau kayak gini dagang tidak nyaman, merugikan saya juga," pinta Patalis.

Tak hanya PKL, pengendara yang melintas di Jalan Raya Bogor juga menjadi korban tindakan anakis di malam penyerangan Polsek Ciracas. Seorang warga bercerita tentang mobilnya yang dirusak sejumlah orang tak dikenal.

"Iya dihadang. Mobil depan saya dihadang. Tiga mobil depan saya dihadang. Diblokade dulu, baru diserang. (Mobil saya dipukul) pakai linggis besi panjang pokoknya, benda tumpul, banyak gitu. Saya diancam pakai pistol," ujar seorang warga asal Depok, Rabib (27), saat dihubungi.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5