Round-Up

Teka-teki Belasan PKL Dirusak Sebelum Mapolsek Ciracas Diacak-acak

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 06:48 WIB
Kondisi gerobak PKL yang dirusak di Kelapa Dua Weta, Jakarta Timur lalu didata oleh TNI AD.
Foto: Gerobak pedagang di Arundina, Cibubur dirusak pada malam penyerangan Polsek Ciracas (Wilda Nufus/detikcom)

Kayu dan stik golf itulah yang mereka gunakan untuk merusak 15 gerobak yang berada di sisi ruas jalan sambil menaiki sepeda motor. Saat kejadian, imbuh Walidi, suara kaca pecah terdengar sangat keras.

"Karena sambil jalan, sambil konvoi, sambil sweeping mereka ya sambil bawa motor semua, dar-der-dor 'creng' kaca pecah, ada 15 gerobak yang rusak," ujar Walidi menggambar suasana penyerangan.

Walidi menyebut ratusan orang merusak gerobak pedagang yang sudah tutup. Jadi, pada saat insiden perusakan itu, tidak ada korban jiwa dan korban luka-luka di lokasi.

Walidi, yang saat itu berada di lokasi, mengaku takut dan panik. Amukan massa saat itu tidak bisa dicegah oleh warga karena jumlahnya yang terlalu banyak.

"Takut dalam keadaan suasana begitu, panik, kaget sekali," ucapnya.

Dia berharap para PKL mendapat uang ganti rugi akibat insiden perusakan ini. Siapa pun, kata Walidi, harus bertanggung jawab kepada 15 pedagang itu di tengah kondisi pandemi virus Corona (COVID-19) yang mengancam ekonomi mereka.

"Iya otomatis ya (minta ganti rugi), apalagi lagi suasana COVID gini kita juga merasakan sekali betapa sulitnya kita mencari duit. Artinya kita berharap kepada instansi terkait biar bagaimana, kita minta ganti kerugian untuk menolong bagi kawan-kawan yang kena imbas," ucap dia.

Pedagang kaki lima (PKL) di Arundina, Jalan Raya Kelapa Dua, Jakarta Timur dirusak. Anggota TNI mendatangi lokasi untuk mendata kerusakan. Lokasi PKL jauh dari Polsek Ciracas.Pedagang kaki lima (PKL) di Arundina, Jalan Raya Kelapa Dua, Jakarta Timur dirusak. Anggota TNI mendatangi lokasi untuk mendata kerusakan. Lokasi PKL jauh dari Polsek Ciracas. Foto: Wilda Nufus/detikcom


Keluh Kesah Korban yang Lapaknya Rusak Parah

Pedagang lontong sayur Medan, Rudiantoro (44), mengutarakan kondisi gerobaknya yang sudah bolong tak berkaca. Dia sontak merasa kaget saat mengetahui di pagi hari kondisi gerobaknya dipenuhi pecahan kaca.

"Tidak tahu ya saya tiba-tiba saya mau dagang pagi sudah hancur. Jadi saya tidak bisa dagang. Kaget banget, mau gimana lagi," kata Rudiantoro kepada wartawan.

Rudi--sapaan akrab Rudiantoro--mengatakan, kala itu dia sudah bergegas bersiap membawa bahan makanan untuk berdagang. Namun nahas, sesampai di lokasi, dia terpaksa mengurungkan niatnya untuk berjualan karena kondisi gerobak yang tidak memungkinkan.

"Ini kan saya sudah bawa makanan, saya bawa lagi, habis gitu setengah hari saya bersih-bersih kaca," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5