Rayakan Hari Jadi, Trenggalek Luncurkan Pemesanan Wisata Online

Adhar Muttaqin - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 18:19 WIB
Trenggalek
Foto: Trenggalek
Jakarta -

Puncak peringatan Hari Jadi ke-826 Trenggalek digelar secara sederhana namun penuh khidmat. Dengan balutan adat Jawa, prosesi diawali dengan kirab pusaka keliling kota dan diakhiri dengan pembagian tumpeng kepada masyarakat.

Upacara hari jadi ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, beberapa rangkaian terpaksa diringkas dan ditiadakan. Jika sebelumnya lengkap dengan kirab tumpeng raksasa, khusus tahun ini terpaksa dihilangkan guna menghindari aksi kerumunan dan rebutan.

Usai dikirab keliling kota bersama bupati dan sejumlah pejabat, pusaka tombak Korowelang dan panji-panji Trenggalek dibawa ke Pendapa Manggala Praja Nugraha. Dalam iring-iringan tersebut turut serta diserahkan air suci yang diambil 14 mata air yang ada di Trenggalek.

Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin mengatakan meski digelar secara sederhana, seluruh rangkaian hari jadi dapat terlaksana dengan biak dan lancar. Dalam perayaan ini, pemerintahan daerah memberdayakan sejumlah potensi lokal mulai dari delman maupun kelengkapan lain yang dibutuhkan.

"Yang paling membahagiakan khusus pada proses hari ini semua yang kita gerakkan adalah vendor ekonomi lokal mulai dari busana hingga tadi kereta yang digunakan untuk kirab itu adalah para kusir delman yang selama ini berkegiatan di Trenggalek, karena pariwisata sepi sehingga mereka pun juga sepi," ujar Mochammad Nur Arifin, Senin (31/8/2020).

Menurutnya pemberdayaan vendor lokal tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonomian bagi masyarakat Trenggalek, mengingat adanya pandemi COVID-19 cukup berpengaruh terhadap seluruh sektor perekonomian, mulai yang berskala besar hingga kecil.

Arifin menambahkan peringatan hari jadi Trenggalek masa pandemi Corona ini menjadi pengingat sekaligus penyemangat bagi seluruh lapisan masyarakat untuk bangkit bersama dari keterpurukan.

"Sekarang kita masuk masa-masa penyembuhan, baik kesehatannya, maupun penyembuhan ekonomi. Satu dua tahun ke depan kita akan akselerasi pemulihan ekonomi, kemudian di tahun berikutnya kita harus tumbuh, itu harapannya," ujarnya.

Mochammad Nur Arifin menambahkan pada momen ulang tahun Trenggalek, pemerintah setempat juga meluncurkan sistem pemesanan dan pembayaran online untuk destinasi wisata. Dalam sistem baru itu, pihaknya menyediakan portal khusus bagi pengunjung wisata yang hendak datang ke Trenggalek.

"Kami mendorong pariwisata on demand atau berbasis pesanan, kami ingin mengukur kapasitas, sehingga bisa jaga jarak dan tidak terjadi klaster baru Corona. Ini juga sekaligus sebagai screening awal dari mana mereka dan mereka berisiko atau tidak," ujarnya.

Dengan sistem pemesanan melalui ayoketrenggalek.com tersebut, pengunjung dapat melakukan pembayaran retribusi secara nontunai, melalui jalur yang telah disediakan. "Untuk sementara kami kerja sama dengan salah satu bank daerah, nanti akan terus dikembangkan dengan sistem lain," imbuh Mochammad Nur Arifin.

Mochammad Nur Arifin menambahkan untuk sementara sistem pemesanan online dapat dilayani di empat titik wisata, yakni Pantai Prigi, Pantai Pelang, Gua Lawa, dan kolam renang Jwalita. Kini sejumlah perangkat pendukung, mulai disiapkan sehingga diharapkan bisa segera terapkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek Sunyoto mengatakan sistem pemesanan destinasi wisata tersebut rencananya juga akan diintegrasikan dengan sejumlah vendor wisata berskala besar. Dengan sistem online, pemerintah daerah berharap akan meminimalisir kebocoran pendapatan retribusi wisata, sebab pembayaran dilakukan secara nontunai.

"Pasti akan kami kembangkan ke sana, namun perlu dicermati dulu bagaimana sistem kerja samanya," pungkas Sunyoto.

(mul/ega)