Pemerintah Soroti Ganjil Genap DKI: Aktivitas Transportasi Meningkat

Tim detikcom - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 17:21 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito
Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito (Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan aturan ganjil-genap kendaraan bermotor berdampak pada meningkatnya aktivitas transportasi dan mobilitas warga. Wiku menyebut perlu adanya evaluasi untuk memastikan apakah penerapan ganjil-genap memiliki kontribusi dalam penularan kasus.

"Kami lihat bahwa dengan adanya ganjil genap terlihat ada peningkatan transportasi, mobilitas penduduk. Dan ini tentunya menjadi salah satu faktor yang perlu dilihat, apakah memiliki kontribusi dalam tingkat penularan dan bagaimana selanjutnya untuk bisa dikendalikan," kata Wiku dalam konferensi pers secara daring yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (31/8/2020).

Wiku menuturkan kemarin, Minggu (30/8), Satgas COVID-19 bersama TNI-Polri, Pemprov DKI serta kementerian/lembaga terkait penularan Corona menggelar rapat koordinasi. Dampak ganjil-genap ini kemudian muncul dalam pembahasan.

"Aturan ganjil-genap kendaraan bermotor, dari hasil lapangan yang kami terima pada saat rapat koordinasi hari Minggu malam dengan seluruh jajaran TNI-Polri, Pemda, kementerian/lembaga yang terkait dengan penanganan COVID-19," ujar Wiku.

Wiku kemudian menyampaikan soal cara pengendalian penularan, yang salah satunya dengan pengetatan aktivitas perkantoran. Dia mengimbau agar setiap perusahaan memastikan pegawai yang hadir jumlahnya 50 persen dari kapasitas yang ada dan tetap menerapkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

"Tentunya pengendalian juga dengan pengetatan di dalam pelaksanaan perkantoran. Ini harus dijaga betul kapasitas kantor maksimal 50 persen dan tetap harus mengimplementasikan work from home sehingga tidak terjadi jumlah masyarakat yang bekerja di kantor melebihi kapasitas," tutur Wiku.

Sebelumnya, pemerintah menyebut penularan virus Corona masif terjadi di lingkungan perkantoran. Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo, mengungkap rata-rata pekerja terpapar di transportasi umum.

"Akhir-akhir ini penularan lebih sering terjadi di pasar di tempat kerja bahkan kita telusuri apa penyebabnya khusus (penularan) di tempat kerja. Rata-rata mereka yang terpapar ini lebih banyak menggunakan transportasi umum," ujar Doni dalam siaran langsung di Instagram Kemenko Perekonomian RI, Minggu (30/8).

Tonton video 'Pro-Kontra Wacana Ganjil-Genap Motor di DKI':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/gbr)