Susah Sinyal, Pelajar di Polman Tempuh 1 Km ke Bukit untuk Belajar Online

Abdy Febriady - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 16:40 WIB
Siswa di Polman, Sulbar ke puncak bukit untuk belajar (Abdy-detikcom).
Foto: Siswa di Polman, Sulbar ke puncak bukit untuk belajar (Abdy-detikcom).
Polman -

Sinyal ponsel yang susah didapatkan di pedalaman Desa Sattoko, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat membuat para siswa harus berjuang untuk belajar online. Siswa harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer ke puncak bukit.

"Kalau ada tugas atau pun mau daring harus ke sini (puncak bukit), di kampung tidak ada jaringan, mesti ke sini di gunung," kata salah seorang pelajar Hasna, pada Minggu (30/8/2020) lalu.

Hasna menyebut wilayah tempatnya tinggal belum dijangkau jaringan internet. Untuk itu dia harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer besama teman-temannya agar bisa mengikuti proses belajar daring.

"Dalam sehari biasanya enam jam di sini, pagi daring sampai sore, karena ada tiga pelajaran. Jadi habiskan waktu di sini, karena di kampung susah dapat jaringan," ujar pelajar yang duduk dibangku salah satu SMAN ini.

Siswa di Polman, Sulbar ke puncak bukit untuk belajar (Abdy-detikcom).Foto: Siswa di Polman, Sulbar ke puncak bukit untuk belajar (Abdy-detikcom).

Hal serupa dikatakan Maaruf, salah seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di daerah ini. Pandemi COVID-19 membuatnya kesulitan mengikuti proses perkuliahan yang dilakukan secara daring, karena kampung halamannya belum terjangkau jaringan internet.

"Begini mi, kita jalan dari rumah, jauh aksesnya, sampai sore di sini itu sulitnya," tuturnya.

Selain itu, Maaruf mengaku harus mengeluarkan biaya ekstra membeli kuota sejak proses perkuliahan secara daring diberlakukan.

"Semenjak ada corona banyak pengeluaran untuk beli kuota, apalagi kita biasa ada kegiatan ekstra diskusi melalui daring, cukup mempengaruhi nilai perkuliahan, mau tidak mau harus diikuti," ucapnya.

Siswa di Polman, Sulbar ke puncak bukit untuk belajar (Abdy-detikcom).Foto: Siswa di Polman, Sulbar ke puncak bukit untuk belajar (Abdy-detikcom).

Bukit yang dijadikan para pemuda itu untuk belajar berada di 90 Mdpl. Para pelajar terlihat bahu membahu memanjat ke bukit, agar mendapatkan posisi pas mendapatkan jaringan internet.

Saat jaringan sudah didapatkan, para pelajar langsung duduk di antara akar pepohonan dan semak belukar, kendati hanya beralaskan tanah. Kegiatan mencari jaringan internet di puncak bukit ini tetap dilakukan kendati dihari minggu, sekedar untuk berselancar di sosial media, maupun untuk menyelesaikan tugas sekolah.

Namun selama mencari jaringan, hampir semua pelajar di daerah ini, mengabaikan protokol kesehatan. Tidak memakai masker salah satunya. Selain berdalih lupa, banyak diantaranya yang mengaku kurang nyaman saat memakai masker.

(nvl/nvl)